Suasana rapid test massal yang dilakukan di depan Plaza Marina Surabaya. (Foto: Istimewa)
Suasana rapid test massal yang dilakukan di depan Plaza Marina Surabaya. (Foto: Istimewa)

558 Orang Rapid Test di Depan Plaza Marina, 47 Orang Reaktif

Ngopibareng.id Surabaya 10 June 2020 16:02 WIB

Badan Intelijen Negara (BIN) kembali mengadakan rapid test massal di halaman parkir mobil Plaza Marina Surabaya pada Rabu, 10 Juli 2020. Head of Medical Intelligence dr Sri Wulandari menggungkapkan, sampai pukul 11.25 WIB sudah ada sekitar 558 orang yang sudah dirapid test.

"Ini hasil sementara ya dari 558 ditemukan 47 yang reaktif. Ini masyarakat umum ya, bukan hanya karyawan Marina saja," kata Sri Wulandari, Rabu, 10 Juni 2020.

Dari 47 orang yang hasilnya reaktif, BIN tidak langsung melakukan swab. Melainkan diisolasi terlebih dulu dari Pemkot Surabaya dan akan diarahkan untuk swab.

"Isolasi dulu sambil menunggu ikut swab. Tapi swab secepatnya pasti akan dilakukan," imbuhnya.

Selain masyarakat umum, diketahui sebanyak 850 karyawan Plaza Marina juga mengikuti rapid test tersebut.

"Dari karyawan kami sendiri ada 200 orang, dari tiga brand yang kerja sama dengan kami masing-masing ada 100, dari tenant ada 350, jadi totalnya ada sekitar 850 orang," ujar Fransisca Maria Budiman, General Manager Plaza Marina.

Fransisca Marina mengatakan, rapid test ini dilakukan untuk mempermudah dan membantu karyawan dalam melakukan rapid test.

"Karena ketika satu karyawan ikut rapid dan semuanya ingin ikut di tempat lain waktunya tidak cukup. Jadi kebetulan mobil BIN dapat tempat di sini, kami ikutkan semuanya," jelas Fransisca.

Ia juga mengungkapkan, rapid test ini berjalan karena tiga pilar yang ikut bekerjasama. Pihaknya berharap rapid test ini dapat membantu program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Semoga juga bisa membantu masyarakat sekitar Marina dan karyawan. Membantu masyarakat juga yang ingin memastikan diri itu Covid-19 atau tidak, juga meringankan biaya bagi masyarakat," tutupnya.

Penulis : Pita Sari

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Jan 2021 17:10 WIB

Song Yoo-jung Diduga Bunuh Diri, Pemakaman Digelar Tertutup

ngopiK-pop

Pihak agensi tak menyebutkan penyebab kematian Song Yoo-jung.

25 Jan 2021 16:54 WIB

PPKM Diperpanjang, Kaki Lima di Kota Malang Tak Kena Jam Malam

Jawa Timur

Namun tidak boleh menyediakan makan di tempat.

25 Jan 2021 16:39 WIB

Indonesia Tambah 9.994 Kasus, Jakarta dan Jabar Terbanyak

Reportase

Jawa Timur tertinggi melaporkan kasus kematian.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...