104 Capim KPK Lolos Tahap Uji Kompetensi, LHKPN Tak Jadi Penentu

22 Jul 2019 20:45 Korupsi

Panitia seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan 104 orang yang lolos tahap dua yaitu uji kompetensi.

Ketua Pancel Capim KPK, Yenti Garnarsih mengatakan untuk tahapan selanjutnya capim KPK akan melanjutkan tahapan lanjutan yaitu psikotes. Tahapan ini akan dilakukan pada 28 Juli 2019.

"Keputusan pansel capim KPK masa jabatan 2019-2023 tidak dapat diganggu gugat," kata Yenti dalam konferensi pers di kantornya, Senin, 22 Juli 2019.

Namun lolosnya capim KPK jilid V ini ada sedikit keanehan. Pasanya, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ternyata tidak menjadi alasan untuk lulus seleksi.

Yenti menambahkan, penyelenggara negara yang belum melaporkan LHKPN telah melampirkan surat keterangan untuk siap melaporkan LHKPN jika terpilih menjadi Pimpinan KPK periode 2019-2023.

"LHKPN itu waktu seleksi administrasi ada lembar pernyataan di atas materai. Jadi apabila terpilih, yang bersangkutan bersedia memberikan LHKPN," katanya.

Pakar Hukum Universitas Trisakti ini menuturkan, jika ada unsur penyelenggara negara dalam hal ini Jaksa, Polri, PNS atau unsur lainnya, maka mereka diwajibkan memberikan LHKPN. "Tapi yang sekarang bersedia menyerahkan lembar LHKPN," kata Yenti.

Selain itu, Yenti menyebut penyelenggara negara yang terpilih menjadi Pimpinan KPK periode 2019-2023 harus bersedia mundur dari jabatannya. "Bersedia tidak rangkap jabatan, artinya meninggalkan pekerjaannya sementara," kata Yenti.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti kepatuhan para pendaftar calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pelaporan LHKPN. Sebab, penyelenggara negara wajib secara berkala melaporkan LHKPN pada KPK sesuai UU 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

"Harusnya salah satu poin penilaian administrasi dari para pansel adalah kepatuhan dalam konteks melaporkan harta kekayaan ke KPK,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya. 

Kurnia menyatakan, kandidat capim KPK yang melanggar aturan terkait pelaporan LHKPN secara berkala akan dipertanyakan integritasnya. ICW pun meminta Pansel Capim KPK secara tegas mendeligitimasi keikutsertaan kandidat tersebut.

"Jika ada figur-figur yang melanggar aturan itu, kita berharap pansel bisa mendeligitimasi orang-orang tersebut dari proses seleksi pimpinan KPK. Karena bagaimanapun untuk menilai figur ini berintegritas, salah satunya dilihat dari kepatuhan dalam melaporkan LHKPN," kata Kurnia.

Kurnia pun mempertanyakan, apakah penyelenggara negara yang ikut Capim KPK rutin melaporkan LHKPN atau tidak. Menurutnya, kalau tidak secara rutin capim KPK tersebut dipertanyakan integritasnya. "Kalau gak pernah, bagaimana kita mau nilai orang itu berintegritas atau tidak," kata Kurnia. (wit/ant)

Berikut 104 Capim KPK Yang Lolos Tahap Uji Kompetensi

1. Agung Makbul

2. Agus Santoso

3. Ahmad Drajad

4. Aidir Amin Daud

5. Alexander Marwata

6. Alpi Sahari

7. Anang Iskandar

8. Anatomi Muliawan

9. Antam Novambar

10. Ariastiadi Saleh Herutjakra

11. Asep Rahmat Suwandha

12. Bambang Dayanto Sumarsono

13. Bambang Sri Herwanto

14. Basaria Panjaitan

15. Benedictus Renny See

16. Budhi Kuswanto

17. Boy Salamuddin

18. Cahyo RE Wibowo

19. Chairil Syah

20. Chandra Sulistio Reksoprodjo

21. Dede Farhan Aulawi

22. Dedi Haryadi

23. Dedy Irwansyah Arruanpitu

24. Dharma Pongrekun

25. Djindar Rohani

26. Eddy Hary Susanto

27. Eko Yulianto

28. Endang Kiswara

29. Ferdinand T Andi Lolo

30. Feri Antoni Surbakti

31. Firli Bahuri

32. Firman Zai

33. Fontian Munzil

34. Franky Ariyadi

35. Frans Paulus

36. Fredrik Jacob Pinakunary

37. Fridolin Berek

38. Giri Suprapdiono

39. HD Nixon

40. Harun Al Rasyid

41. Hayidrali

42. Herman Adrian Koedoeboen

43. Hernold Ferry Makawimbang

44. Hulman Siregaar

45. I Ketut Puspa Adnyana

46. I Nyoman Wara

47. Ike Edwin

48. Imam Surono

49. Indra Utama

50. Jimmy Muhamad Rifai Gani

51. Jogi Nainggolan

52. Johanis Leatemia

53. Johanis Tanak

54. Johnny Sirait

55. Joko Musdianto

56. Juansih

57. Juit M Lumban Gaol

58. Kharles Simanjuntak

59. Kusnadi Notonegoro

60. Laode Muhammad Syarif

61. Lili Pintauli Siregar

62. Luthfi Jayadi Kurniawan

63. M Jasman Panjaitan

64. Marthen Napang

65. Michael Gatut Awantoro

66. Mochamad Bey Satriadi

67. Muchtazar

68. Muhamad Najib Wahito

69. Muhammad Imdadun Rahmat

70. Mukdan Lubis

71. Nawawi Pomolango

72. Nelson Ambarita

73. Neneng Euis Fatimah

74. Noor Ichwan Ichlas Ria Adha

75. Nurul Ghufron

76. Pahala Nainggolan

77. R Murjiyanto

78. RM Gatot Soemartono

79. Raden Roro Andy Nurvita

80. Ranu Mihardja

81. Rio Zakaria

82. Roby Arya

83. Saipuddin Zahri

84. Sigit Danang Joyo

85. Sigit Herman Binaji

86. Sri Handayani

87. Suedi Husein

88. Sugeng Purnomo

89. Sujanarko

90. Supardi

91. Suparman Marzuki

92. Suwhono

93. Suwito

94. Syarief Hidayat

95. Tahir Musa Luthfi Yazid

96. Teguh Bambang Rustanto

97. Teuku Abdurahman

98. Tohadi

99. Torkis Parlaungan Siregar

100. Wandestarido

101. Wawan Saeful Anwar

102. Yotje Mende

103. Yovianes Mahar

104. Zaki Sierrad

 

 

 

 

 

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini