Masyarakatkan Longevitology, Bikin Baksos di Gresik

03 Mar 2019 13:05 SapaDokter

Membantu warga sambil memasyarakatkan metode terapi Longevitology. Ini yang sedang dilakukan Perkumpulan Longevitology Surabaya.

Hari ini, Kamis (3 Maret 2019) diselenggarakan bakti sosial di Tempat Ibadah Tri Darma Kim Hin Kiong, Gresik. "Bakti sosial kali ini diikuti para terapis dari Surabaya, Sepanjang, Jombang, Pasuruan, dan Gresik," kata Ketua Perkumpulan Longevitology Ongko Digdoyo kepada ngopibareng.id.

Ada 77 orang terapis yang ikut bakti sosial. Mereka menangani 96 pasien dari pukul 09.00 sampai dengan 11.00 WIB. Yang diterapis tidak hanya warga. Tapi juga sejumlah tokoh lintas agama dari kota santri ini. Mereka diundang khusus untuk mengenalkan metode penyembuhan dengan menggunakan energi alam ini.

Menurut Ongko, setelah mengikuti terapi, hampir sebagian pasien berminat untuk mengikuti kelas Longevitology yang akan berlangsung 30 Maret hingga  3 April 2019 mendatang. "Pendaftaran untuk kelas mulai dibuka nanti malam pukul 24.00 WIB," tambahnya. Pendaftaran bisa dilakukan melalui longevitologyindonesia.org.

Seorang ibu sedang diterapi longevitology
Seorang ibu sedang diterapi longevitology.

Dijelaskan bahwa praktisi longevitology sebetulnya tidak menyembuhkan orang lain. Praktisi atau terapis hanya mentransfer ke orang lain dengan menguatkan chie pasien. Dengan cara itu, metabolisme pasien menjadi lancar. Sel-sel menjadi tumbuh sehat seperti sedia kala. Sehingga daya tahan tubuh menjadi kuat dan membuang racun yang ada. Semua itu bisa menghasilkan kesembuhan.

"Manusia, binatang punya kemampuan utk menyembuhkan dirinya. Melalui transfer energi semesta, ia mampu menyembuhkan diri sendiri," jelas Ongko yang juga tokoh Budhis asal Surabaya ini.

Meditasi bersama di akhir kegiatan terapi
Meditasi bersama di akhir kegiatan terapi.

Praktisi Longevitology, lanjutnya, akan menjadi sehat, dgn  lima aktivitas. Yakni, dengan di buka cakra, meditasi, menterapi orang lain, menterapi diri sendiri, dan ketika diterapi orang lain. (rif/*)

Penulis : Arif Afandi


Bagikan artikel ini