Waspada Jantung Koroner, Warga Kediri Diimbau Jaga Pola Makan
Dokter spesialis dan tim Rumah Sakit (RS) National Hospital Surabaya datang ke Kediri untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait gangguan kesehatan penyakit pantung koroner. Acara ini dikemas dalam obrolan menghadirkan dr. Edwin Yosef Widjaja, spesialis Bedah Kardiotorak dan Pembedahan Vaskular dari RS National Hospital sebagai pemateri.
Dokter Edwin Yosef Widjaja mengingatkan, Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit mematikan yang prosesnya berjalan secara bertahap. Penumpukan plak atau lemak di pembuluh darah jantung sebenarnya mulai terjadi sejak usia 20 hingga 30 tahun, meskipun gejala baru terasa saat usia lebih tua.
"Penyakit jantung koroner itu prosesnya sudah berjalan sejak usia muda. Usia 20 atau 30-an itu sebenarnya sudah mulai muncul timbunan plak di pembuluh darah," ungkap dokter dalam sesi edukasi kesehatan, Rabu, 6 Mei 2026 di Kediri
Oleh karena itu, pengendalian faktor risiko sangat penting dilakukan sejak dini. Penyebab utama terbentuknya plak tersebut mayoritas disebabkan oleh kadar lemak atau kolesterol yang tidak terkontrol, ditambah dengan faktor risiko lain seperti diabetes (kencing manis) dan hipertensi (darah tinggi).
"Penyebab utamanya mayoritas karena lemak. Kemudian kondisi khusus yang paling sering adalah pasien dengan kencing manis atau hipertensi. Jika punya riwayat ini, harus kontrol rutin dan minum obat seumur hidup agar kualitas pembuluh darah tidak rusak," himbaunya.
Salah satu tindakan medis yang sering dilakukan untuk penanganan PJK tingkat lanjut adalah operasi bypass jantung. Tindakan ini biasanya diindikasikan jika pasien memiliki sumbatan yang cukup banyak atau sumbatan yang sulit ditembus oleh kateter sehingga tidak memungkinkan untuk pemasangan ring (stent).
"Operasi bypass adalah penyambungan koroner dengan pembuluh darah baru. Ini adalah standar emas penanganan jika pemasangan ring tidak memungkinkan," jelas dokter.
Soal efektivitas, operasi bypass terbukti memiliki daya tahan yang sangat baik. Dengan perawatan yang tepat, pembuluh darah baru tersebut bisa berfungsi optimal dalam jangka waktu yang panjang.
"Patensi atau kelancarannya bisa dipertahankan sampai 10 hingga 15 tahun, bahkan bisa mencapai 20 tahun. Asalkan pemulihan dan perawatannya baik, pola makan dijaga, serta obat-obatan rutin diminum," tambahnya.
Dokter mengingatkan, meski sudah dilakukan operasi bypass atau pemasangan ring, risiko penyumbatan bisa kembali terjadi jika pasien tidak disiplin. Jika pola makan tinggi lemak tidak diubah atau gula darah tidak dikontrol, pembuluh darah baru pun bisa rusak dan tersumbat kembali.
Untuk menjaga kesehatan jantung pasca operasi atau bagi penderita PJK, jenis olahraga yang direkomendasikan adalah aktivitas aerobik ringan hingga sedang. Olahraga terbaik dan paling aman yang disarankan adalah brisk walking atau jalan cepat.
"Yang paling sering kami usulkan adalah jalan cepat. Dilakukan kurang lebih 30 menit per hari, minimal 5 hari seminggu. Bisa dicicil 15 menit pagi dan 15 menit sore," sarannya.
Hindari aktivitas fisik yang terlalu berat atau mengangkat beban berat, terutama bagi lansia, karena dinilai kurang bermanfaat dan berisiko membebani kerja jantung. Dalam kesempatan itu, peserta diberi kesempatan untuk bertanya secara langsung terkait seputar materi yang telah disampaikan yaitu tentang penyakit jantung koroner.
Advertisement