Warga Probolinggo Tertabrak KA Terekam Kamera
Detik-detik kecelakaan yang melibatkan kereta api (KA) di Kota Probolinggo terekam kamera warga, Minggu, 20 April 2025 sore. Waras Supriadi, 60 tahun, warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo tewas dalam perawatan medis usai tertabrak KA Logawa relasi Purwokerto - Banyuwangi.
KA tersebut baru beberapa saat berangkat dari Stasiun Probolinggo menuju arah timur. Polres Probolinggo Kota masih menyelidiki kasus yang kini ramai (viral) di media sosial (medsos) terutama di grup WhatsApp (WA) itu.
Dalam tayangan video amatir itu terlihat, KA Logawa berangkat dari Stasiun Probolinggo sekitar pukul 16.58 WIB.
Ketika KA tersebut melewati perlintasan di Jalan Ikan Kerapu, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, korban (Waras) terlihat tiba-tiba menyeberangi rel. KA Logawa berkali-kali membunyikan klakson tetapi Waras masih terlihat di tengah rel hingga akhirnya tertabrak dan terseret lokomotif.
"Saat itu saya seperti biasa merekam kereta api yang berangkat dari stasiun. Saat kereta api melintas ternyata ada orang yang tiba-tiba menyeberang, dan akhirnya tertabrak kereta api," ujar Deril Anggara, saksi mata.
Akibat kejadian tersebut, kata Deril, korban sempat terseret beberapa meter sebelum akhirnya KA Logawa berhenti. Sejumlah warga kemudian mengevakuasi korban yang terbujur di bawah gerbong KA. Korban langsung dievakuasi ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo.
Korban meninggal dunia saat dalam perawatan medis. Kondisi korban mengalami luka berat akibat tertabrak dan terseret KA.
Kesaksian Deril, korban yang memakai masker belum meninggal sesaat setelah tertabrak KA. "Korban masih bergerak saat dievakuasi dari kolong gerbong kereta api," katanya.
Sementara itu Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah mengatakan, polisi langsung mendatangi lokasi begitu menerima laporan adanya kecelakaan. Saat ini polisi masih menyelidiki kasus kecelakaan tersebut.
"Informasi yang kami terima, korban meninggal saat dalam perawatan medis di rumah sakit," ujar polisi kelahiran Sampang, Madura itu.
Advertisement