Vingegaard Haus Gelar Juara, Targetkan Double Crown, Tour-Vuelta
Bila tahun lalu Tadej Pogacar berhasil menjadi juara double Grand Tour, Giro d’Italia dan Tour de France. Plus satu lagi juara dunia Road Race.
Tahun ini, giliran Jonas Vingegaard menargetkan double crown juga. Tapi yang diincarnya adalah juara Tour de France dan juara Vuelta a Espana.
Jadi Vingegaard akan merebut juara ketiga di Tour de France. Lalu fokusnya beralih ke Vuelta di Spanyol. Prestasi terbaik Vingegaard di Vuelta adalah menjadi runner up 2023. Dia kalah dengan rekan satu tim-nya, Sepp Kuss.
Demi memenuhi ambisinya itu, pembalap asal Denmark ini akan absen di ajang Giro d’Italia untuk mempersiapkan diri. Sebagai gantinya, tim Visma-Lease a Bike ini menugaskan Wout van Aert dan Simon Yates untuk berlaga di Giro d’Italia.
Vingegaard tidak bisa santai. Target double crown Tour-Vuelta itu sama dengan target pembalap sepeda paling hebat saat ini, Tadej Pogacar.
Jadi bisa dipastikan, dua Grand Tour ini akan menyuguhkan tontonan yang luar biasa. Sama-sama hebat, sama-sama memiliki target yang sama.
Apalagi tahun lalu, Vingegaard harus mengakui kehebatan Pogacar.
"Tahun ini, taget terbesar saya adalah Tour de France, untuk memenangkannya tiga kali. Kemudian di musim semi, akan balapan di Paris-Nice, Catalunya dan kemudian juga di Vuelta a Espana," kata Vingegaard.
Nampaknya, VIngegaard sangat percaya diri dengan kemampuan fisik dan mentalnya. Tahun ini begitu banyak target juara di balapan yang tidak pernah dimenanginya. Seperti Criterium du Dauphine dan kejuaraan dunia UCI.
"Saya benar-benar termotivasi untuk semua balapan ini. Saya belum pernah memenangkan Paris-Nice, saya berada di sana dua tahun lalu, tetapi tidak bisa menang. Tentu saja, saya ingin kembali dan pergi untuk kemenangan. Juga di Catalunya, saya ingin meraih kemenangan. Dan Vuelta, ini adalah balapan khusus, salah satu yang terbesar di dunia. Saya selalu menontonnya di TV dan saya ingin memenangkannya juga," ceritanya panjang lebar.
Advertisement