Uswatun Khasanah Korban Mutilasi di Ngawi Pekerja Keras Tulang Punggung Keluarga
Korban mutilasi di Ngawi, Uswatun Khasanah sudah dimakamkan di tempat tinggal sang ibu, Sunarmi, di TPU Dusun/ Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat 24 Januari 2025 sekitar pukul 20.00 WIB. Ada bagian tubuh korban lainnya belum ditemukan.
Semasa hidupnya, perempuan berusia 29 itu sosok pekerja keras. Ibu dua anak ini menjadi tulang punggung keluarganya di Blitar. Warga Bence ini orang tua tunggal bagi kedua anaknya yang dititipkan ke sang nenek.
Sebelum meninggal dimutilasi, Uswatun Khasanah telah membangun rumah. Lokasinya tepat di samping rumah neneknya di Desa Slorok, Kecamatan Garum.
Kepala Dusun Sidodadi, Nahroni saat ditemui Ngopibareng.id di rumahnya mengatakan, Uswatun Khasanah merupakan ibu yang bertanggung jawab terhadap anak dan orang tuanya.
“Almarhumah setahu saya termasuk orang yang penuh tanggung jawab terhadap kedua anaknya dan neneknya, meskipun dia single parent,” jelasnya, Sabtu 25 Januari 2025.
Uswatun Khasanah berkerja keras agar kebutuhan kedua anaknya, ibu, dan neneknya terpenuhi. “Menurut saya menjadi tulang punggung keluarga lah,” tandasnya.
Uswatun Khasanah mempunyai anak laki- laki yang berumur 10 tahun dari perkawinannya yang pertama, dan anak perempuan yang berumur 7 tahun dari perkawinannya yang kedua.
“Kedua anak almarhumah ikut neneknya di Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, sejak almarhumah bekerja di Tulungagung sebagai sales produk kosmetik,” jelas Nahroni.
Saat bekerja di Tulungagung, Uswatun Khasanah menyempatkan menjenguk kedua anaknya dan orang tuanya serta neneknya seminggu sekali.
“Sebenarnya rumah yang dibangun di samping rumah neneknya itu hampir selesai dibangun, kalau tidak salah sudah direncanakan minggu depan memasang atap dan genting,” tambah Nahroni.
Selain mendirikan rumah, menurut Nahroni Uswatun Khasanah diketahui telah memiliki mobil merek Suzuki Ertiga meskipun dengan cara kredit. “Mobil itu yang digunakan almarhumah untuk mondar-mandir Tulungagung-Blitar, hampir setiap seminggu sekali dia pulang,” ungkapnya
Nahroni sendiri belum mengetahui keberadaan mobil milik korban mutilasi itu. “Hanya saja sampai saat ini apakah mobilnya sudah diketemukan apa belum?,” pungkasnya.
Advertisement