Status Semeru Tetap Awas: Warga Dilarang Beraktivitas di Besuk Kobokan Sejauh 20 Km
Status Gunung Semeru di Jawa Timur masih berada pada tingkat Level IV atau Awas. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan menyusul aktivitas vulkanik yang masih tinggi.
Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Malang berada pada posisi Latitude -8.108° LU dan Longitude 112.92° BT dengan ketinggian 3.676 mdpl. Cuaca di sekitar kawasan gunung tercatat mendung hingga hujan dengan angin lemah ke arah tenggara, sementara suhu udara berada pada kisaran 23–23,7°C.
Aktivitas Vulkanik: 45 Gempa Erupsi dalam Sehari
Pengamatan visual dan instrumen mencatat aktivitas vulkanik yang signifikan, antara lain:
45 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10–22 mm, durasi 58–184 detik.
6 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–4 mm, durasi 40–74 detik.
8 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2–4 mm, durasi 34–69 detik.
5 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4–8 mm, durasi 25–53 detik dan selisih S-P 14–16 detik.
Intensitas tersebut memperkuat alasan mengapa status Awas masih dipertahankan.
Rekomendasi Resmi: Jarak Aman Warga hingga 20 Km
PVMBG mengeluarkan tiga rekomendasi utama terkait potensi bahaya erupsi dan awan panas Semeru:
Dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 20 km dari puncak.
Di luar radius tersebut, warga tetap diminta menjauhi area 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terlanda awan panas maupun aliran lahar.
Tidak melakukan aktivitas dalam radius 8 km dari kawah atau puncak untuk menghindari lontaran batu pijar dan material vulkanik lain.
Tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar pada aliran sungai yang berhulu di Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan anak-anak sungainya.
187 Pendaki di Ranu Kumbolo Berhasil Dievakuasi
Di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik, kabar baik datang dari jalur pendakian Semeru. Seluruh 187 pendaki yang sempat berada di kawasan Ranu Kumbolo saat erupsi terjadi telah berhasil turun dengan selamat pada Kamis, 20 November 2025.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan bahwa tim Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama SAR gabungan segera melakukan pemantauan dan penyisiran setelah status gunung meningkat.
“Setelah dilakukan pendataan ulang oleh petugas TNBTS, seluruh pendaki telah turun dari Ranu Kumbolo dalam kondisi sehat dan aman. Mereka tiba secara bertahap sejak pukul 12.14 WIB,” jelasnya.
Dengan status Semeru yang masih Awas, masyarakat di sekitar lereng gunung diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan petugas, dan memantau perkembangan resmi dari PVMBG maupun BPBD setempat.
Advertisement