Empat Hari Aktivitas Gunung Semeru Melonjak: Lontaran Abu, Lahar dan Awan Panas
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan signifikan dalam empat hari terakhir. Pada Rabu 19 November 2025 pukul 16.00 WIB, terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna kelabu pekat itu teramati mengarah ke barat daya.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 1.000 detik, menandakan tekanan kuat dari dalam tubuh gunung. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa peningkatan aktivitas ini selaras dengan akumulasi kegempaan sejak 16 November 2025.
Peringatan & Rekomendasi Resmi PVMBG
PVMBG mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat sekitar Gunung Semeru:
Dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 km dari puncak.
Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta menjauhi area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai karena potensi perluasan awan panas dan lahar dapat mencapai 13 km dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 2,5 km dari kawah/puncak, mengingat ancaman lontaran batu pijar yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Mewaspadai awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru, termasuk Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil lainnya.
Rangkuman Aktivitas Seismik Gunung Semeru 16–18 November 2025
18 November 2025
Aktivitas vulkanik meningkat signifikan dengan:
156 kali gempa letusan/erupsi (amplitudo 10–22 mm, durasi 45–180 detik)
26 kali gempa guguran
9 kali gempa hembusan
2 kali gempa harmonik
4 kali gempa tektonik jauh
1 kali gempa getaran banjir berdurasi sangat panjang (3.860 detik)
17 November 2025
Peningkatan kegempaan mulai terlihat:
46 kali gempa letusan/erupsi
40 kali gempa guguran
30 kali gempa hembusan
2 gempa harmonik
1 gempa tektonik lokal
2 gempa tektonik jauh
16 November 2025
Cuaca beragam dari cerah hingga hujan, pandangan gunung tampak jelas hingga tertutup kabut. Aktivitas tercatat:
156 kali gempa letusan/erupsi
16 kali gempa guguran
19 kali gempa hembusan
2 gempa harmonik
6 gempa tektonik jauh
Aktivitas Meningkat, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Berdasarkan data kegempaan dan visual dalam empat hari terakhir, aktivitas gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini menunjukkan peningkatan yang konsisten. PVMBG menegaskan bahwa potensi awan panas guguran, lahar, dan lontaran batu pijar masih tinggi.
Masyarakat di lereng Semeru diminta tetap memantau perkembangan resmi dari PVMBG dan BPBD setempat, terutama bagi warga di sekitar Besuk Kobokan yang menjadi jalur utama aliran awan panas dan lahar.
Advertisement