Sidoarjo Sentra Industri, DPR RI Tekankan Pentingnya Pendidikan Vokasi untuk Generasi Siap Kerja
Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Jawa Timur I, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendidikan vokasi di Kabupaten Sidoarjo.
Ia menilai, daerah dengan ribuan industri ini membutuhkan lebih banyak sekolah kejuruan agar generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan siap kerja.
Hal tersebut disampaikan BHS saat menyerahkan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 50 siswa di wilayah Sidoarjo Utara, Rabu, 22 Oktober 2025. Secara keseluruhan, ada 500 penerima manfaat PIP yang disalurkan kepada pelajar dari keluarga kurang mampu di berbagai kecamatan di Sidoarjo.
“Kami ingin bantuan ini menjadi dorongan agar anak-anak tetap semangat belajar hingga ke perguruan tinggi. Namun, lebih dari itu, arah pendidikan di Sidoarjo harus memperkuat vokasi agar sesuai kebutuhan dunia industri,” ujar BHS.
Menurutnya, karakter wilayah Sidoarjo yang dikenal sebagai sentra industri terbesar di Jawa Timur menuntut kehadiran sekolah-sekolah vokasi yang relevan dengan kebutuhan tenaga kerja.
“Kalau sekolah vokasi berkembang, lulusan tidak hanya siap kuliah, tetapi juga langsung bisa bekerja. Harapannya, mereka bisa terserap di industri yang ada di daerahnya sendiri,” tambahnya.
Melalui penguatan pendidikan vokasi dan penyaluran PIP, BHS berharap Sidoarjo dapat melahirkan generasi muda yang terdidik, terampil, dan produktif. Upaya ini juga dinilai sebagai langkah konkret untuk menjembatani dunia pendidikan dengan sektor industri, sejalan dengan potensi Sidoarjo sebagai jantung ekonomi Jawa Timur.
Sementara itu, Camat Gedangan, Ineks Dwi Setiawati, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan langkah nyata Bambang Haryo terhadap dunia pendidikan di wilayahnya.
“Kami berterima kasih kepada Pak BHS yang terus memperjuangkan akses pendidikan bagi masyarakat. Banyak keluarga penerima manfaat selama ini kesulitan mendapatkan bantuan karena kendala administratif. Dengan program ini, anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa bersekolah,” ungkap Ineks.
Ia menambahkan, penyaluran bantuan secara langsung ke masyarakat sangat membantu pemerataan pendidikan di wilayah utara Sidoarjo.
“Kami berharap tidak ada lagi anak di Sidoarjo yang putus sekolah. Dukungan terhadap pendidikan vokasi akan membuat masa depan generasi muda lebih cerah,” tuturnya.
Dengan sinergi antara kebijakan, pendidikan vokasi, dan dukungan masyarakat, Sidoarjo berpeluang menjadi pusat lahirnya tenaga kerja kompeten dan unggul di sektor industri.
Advertisement