Sepekan Paska Bupati-Wabup Tuban Dilantik, Puluhan Mahasiswa Demo Kantor Pemkab
Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi demo di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Rabu 26 Februari 2025. Mereka menyoroti pembangunan di Tuban yang dinilai tidak memprioritaskan masyarakat.
Aksi demo puluhan mahasiswa ini dilakukan bertepatan sepekan paska dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Tuban 2025-2030, Aditya Halindra Faridzky-Joko Sarwono. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyoroti sejumlah masalah. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga kesejahteraan.
"Kami menyoroti pembangunan infrastruktur yang molor. Ada juga beberapa pembangunan irigasi yang rusak. Ini disebabkan karena perencanaan yang kurang tepat," kata Ketua PC PMII Tuban, Ahmad Wafa Amrillah.
Para mahasiswa juga menyoroti terkait penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) yang diterima Pemkab Tuban beberapa tahun terakhir. Pasalnya, angka kekerasan terhadap anak di Tuban dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
"Ketika kita lihat datanya, angka kekerasan anak di Tuban ini masih tinggi. Bahkan angkanya naik signifikan di tahun 2023-2024," imbuhnya.
Dalam aksi tersebut, puluhan mahasiswa ditemui oleh oleh Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban, Esti Surahmi; Kepala Dinas Pendidikan, Abdul Rakhmat; dan Direktur RSUD dr. R Koesma Tuban, Moh Masyhudi.
Pada kesempatan itu, Esti Surahmi berjanji bahwa tuntutan para mahasiswa ini akan menjadi bahan evaluasinya. Agar pelayanan publik menjadi semakin lebih baik lagi.
"Kami terima tuntutan mereka," tutur Esti.
Lebih lanjut, Esti menambahkan bahwa semua pembangunan di lingkungan Pemkab Tuban telah direncanakan dengan baik. Namun, dia berjanji akan kembali mengkaji pelayanan publik seperti jaminan kesehatan kepada masyarakat miskin.
Usai ditemui oleh beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), puluhan mahasiswa tersebut langsung bergeser ke kantor DPRD Tuban untuk melanjutkan aksinya.
Advertisement