Kakek Pedofil Cabuli 4 Bocah di Surabaya Diamuk Massa
Viral di media sosial yang memperlihatkan beberapa rekaman yang mempertontonkan seorang kakek diamuk massa. Lansia berinsial PW tersebut dikabarkan melakukan pelecehan seksual terhadap empat anak tetangganya, di kawasan perkampungan Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.
Berdasarkan video tersebut, terduga pelaku yang mengenakan jaket ojek online (ojol) warna kuning dan bercelana jeans biru tersebut tampak diamankan oleh beberapa warga dalam sebuah ruangan.
Lalu, tampak beberapa orang mengenakan seragam polisi berlapis rompi warna hijau glossy berjalan mendatangi Balai RT yang sudah ramai dikerumuni warga setempat yang geram.
Ketika terduga pelaku mulai digelandang oleh aparat menuju mobil patroli, warga yang tak lagi dapat menahan kesabarannya itu langsung mencuri kesempatan untuk melayangkan pukulan.
Ketua RT setempat, Udiyantono mengatakan, kejadian dalam video amatir yang menjadi perbincangan warganet tersebut terjadi di tengah salah satu gang permukimannya, Kamis 23 Januari 2025 malam.
Ia menjelaskan, pelaku awalnya diamankan pengurus RT karena dirinya menerima informasi bila PW melakukan pelecehan seksual terhadap empat orang anak-anak. Pelaku menuturkan, modus yang dilakukannya adalah dengan mengiming-imingi para korbannya tersebut dengan minyak beserta uang tunai.
"Modusnya itu, untuk membesarkan payudara. Kasih minyak membesarkan payudara. Katanya yang korban anak masih SD kelas 4, dikasih uang Rp2 ribu setiap main ke rumah pelaku," katanya, Senin 27 Januari 2025.
Kebejatan pelaku perlahan terungkap setelah salah satu ibu korban menyadari bahwa putrinya yang ceria, tiba-tiba menjadi pendiam. Sebagai orang tua, kata Udin, ibunya pun kemudian mencoba bertanya secara langsung kepada sang anak.
Korban pun lalu bercerita kepada ibunya bahwa beberapa bagian sensitif tubuhnya dipegang-pegang oleh terduga pelaku berinisial PW, pada sekitar bulan lalu.
"Kejadiannya sebulan lalu. Ibunya lihat anaknya biasanya aktif. Tapi kok dilihat belakangan, tampak lesu pendiam. Lalu ditanya. Ternyata, anaknya cerita; aku habis 'dianu' sama mbah ini," paparnya.
Setelah mendengar laporan dari salah satu orang tua korban, Udin lantas mengajak beberapa staf pengurus RT lainnya untuk mendatangi PW di kamar kosnya, pada hari yang sama, untuk melakukan konfirmasi atas informasi yang diterima.
Udin menerangkan, meski PW sempat berkelit dan mengelak atas tuduhan dari pihak korban dan orang tuanya, pelaku akhirnya perlahan-lahan mengakui pernah melakukan hal serupa kepada tiga anak lainnya.
"Dia (PW) cerita ternyata bukan cuma dada, tapi dibagian bawahnya juga sekalian. Pengakuannya ada 3 anak lain yang juga jadi korbannya. Terus saya amankan ke Balai RT biar tidak diamuk warga," ucapnya.
Sejumlah warga yang sudah mendidih emosinya lalu melayangkan bogeman kepada PW saat lansia itu diamankan ke Balai RT. Karena situasi semakin tidak kondusif, Udin lantas menghubungi personel Koramil Sawahan dan Polsek Sawahan untuk meminta bala bantuan untuk menghalau massa yang semakin mengamuk.
Setelah diamankan pihak kepolisian, dua dari empat korban PW kemudian membuat laporan. Para korban tersebut adalah anak berusia 10 tahun yang masih duduk di bangku kelas 4 SD dan korban berusia 13 tahun, yang masih berstatus siswa kelas 1 SMP.
"Yang tidak lapor korban kelas 1 SMP, tidak tahu namanya dan yang kelas 2 SD, tetapi sudah pindah tempat tinggal. Kami berharap pihak kepolisian dapat menghukum pelaku sampai jera," tuturnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanti Dewi Nainggolan menjelaskan, saat ini PW sudah berstatus sebagai tersangka atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Ia juga membenarkan para korban yang membuat laporan ke pihak kepolisian berjumlah dua orang, dengan modus memberikan minyak kuning yang dikemas PW dalam sebuah botol parfum.
"Pelaku berinisial PW, 71 tahun. Modusnya, dipanggil anaknya, dijanjikan duit, disuruh buka baju. Lalu, dipegang-pegang. Yang baru saat ini diketahui polisi, dua orang anak (korbannya). Masih sidik lanjutan, mohon waktu," pungkasnya.
Tersangka PW pun saat ini telah dijebloskan ke Rutan Mapolrestabes Surabaya dan rangkaian penyidikan lanjutan masih dilakukan kepolisian.
Advertisement