Status Semeru Turun dari Awas ke Siaga III: Warga Dilarang Masuk di Besuk Kobokan Radius 13 Km
Status aktivitas Gunung Semeru resmi diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga) per Minggu, 30 November 2025. Meski status menurun, masyarakat tetap diminta waspada dan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan, terutama terkait zona berbahaya di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.
Gunung Semeru terletak di wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, pada koordinat -8.108° LU dan 112.92° BT dengan ketinggian 3.676 mdpl. Kondisi visual gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis (0–II), tanpa aktivitas asap kawah. Cuaca terpantau cerah hingga berawan dengan angin lemah ke arah timur laut dan suhu udara berkisar 22–26°C.
Aktivitas Kegempaan Gunung Semeru
Data dari magma.esdm menyebutkan, selama periode pengamatan, beberapa aktivitas kegempaan tercatat sebagai berikut: 34 kali gempa letusan/erupsi, Amplitudo: 11–22 mm dan Durasi: 64–115 detik, 6 kali gempa guguran dengan Amplitudo: 2–4 mm dan Durasi: 39–64 detik
Sebanyak 11 kali gempa hembusan, Amplitudo: 3–8 mm dan Durasi: 37–64 detik
Data kegempaan ini menunjukkan aktivitas vulkanik Semeru masih cukup signifikan meski statusnya telah diturunkan.
Rekomendasi Resmi untuk Masyarakat
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting yang wajib dipatuhi masyarakat:
Tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
Di luar radius tersebut, warga juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Semeru mengingat wilayah tersebut rawan lontaran batu pijar saat terjadi erupsi.
Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Aliran lahar juga berpotensi meluas ke anak-anak sungai dari Besuk Kobokan.
Tetap Siaga, Status Menurun Bukan Berarti Aman
Penurunan status Semeru menjadi Siaga III menunjukkan kondisi yang lebih terkendali dibanding sebelumnya. Namun aktivitas vulkanik masih berlangsung dan potensi bahaya tetap ada. Masyarakat di sekitar lereng Semeru diimbau terus mengikuti informasi resmi PVMBG dan BPBD setempat untuk menghindari risiko.
Advertisement