Ruang Tumbuh, Inisiatif Mendongkrak Pengusaha Kelas Pesepeda
Ada jenis baru pengusaha di Indonesia. Paling tidak menurut inisiator Ruang Tumbuh Mustofa Bawazier. Pengusaha real estate keluarga pemilik “kerajaan” sarung Mangga.
Baginya, banyak orang yang mendadak jadi pengusaha. Karena lowongan kerja yang makin sempit. Atau korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Tapi pengusaha super mikro.
Ia ingin para pengusaha super mikro ini berkembang. Menjadi pengusaha yang sebenarnya. Terus tumbuh. Dari super mikro menjadi mikro. Dari mikro menjadi menengah. Dari menengah menjadi besar.
Untuk itu dibutuhkan Ruang Tumbuh. Yang mempersiapkan mereka jadi pengusaha. Pengusaha by design. Bukan pengusaha tanpa bekal pengetahuan. Sehingga tak perlu keluar banyak modal untuk belajar.
Ini semacam tempat pelatihan menjadi pengusaha. Tempat sekolah. Atau semacam inkubator bagi pengusaha pemula. Yang ingin naik kelas. Tanpa harus berdarah-darah belajar lewat pengalaman jatuh bangun sendiri.
Niat mulia keluarga Bawazier ini mendapat dukungan banyak pihak. Peluncuranya dihadiri banyak pengusaha. Ada Sandiaga Uno. Ada Heppy Trenggono. Juga Walikota Surabaya Eri Cahyadi.
Temanya agak hyperbola: Indonesia Darurat Pengusaha. Mungkin terinspirasi gerakan Darurat Indonesia kapan hari. Yang menghasilkan kesadaran warga. Sehingga mencegah penyelewengan politik di negeri ini.
“Melalui Ruang Tumbuh, nanti mereka akan dibekali tentang manajemen keuangan dan marketing. Namun yang paling penting membangun mindset kewirausahaan mereka,” katanya.
Tentu ini mulia. Mungkin perlu kita tunggu hasilnya. Sejauh mana inisiatif ini akan berhasil mencetak pengusaha baru. Pengusaha by design. Bukan pengusaha by accident atau karena kecelakaan.
Sandiaga Uno tak mempermasalahkan adanya pengusaha by accident maupun by design. Dia mempunyai definisi unik tentang pengusaha. Baginya, disebut dengan pengusaha sebenarnya adalah mereka yang melahirkan lapangan kerja.
Dia mengakui, pengusaha mikro, kecil dan menengah kita terus tumbuh. Dari hanya 35 juta kini menjadi 64 juta. Mereka ini yang berjasa ketika negeri ini dilanda krisis. Sebab, dengan banyaknya UMKM ekonomi kita menjadi tak terperosok terlalu jauh.
Tapi, itu saja tidak cukup. Perlu upaya terus-menerus untuk menjadikan mereka pengusaha yang berkualitas dan menghasilkan lapangan kerja. Tentu tidak hanya lapangan kerja. Tapi lapangan kerja yang memberi kecukupan dari mereka yang bekerja.
Selain mampu membuat lapangan kerja, pengusaha berkualitas jika mereka berkelanjutan. Yang tidak hit and run. Yang terus hidup dalam perubahan cepat. Tahan banting dan terus tumbuh dalam segala zaman. Pengusaha seperti ini dia sebuat dengan bahasa agama sebagai berkah.
Dalam konteks itu, Uno mengajukan tiga pilar penting untuk menjadi pengusaha. Apa itu? Inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Dia menyebutnya rumus 3-Si. Pengusaha yang selalu melahirkan sesuatu yang baru, bisa menyesuaikan perkembangan zaman, dan terbuka untuk kerjasama dengan pihak lain.
Dari sinilah, inisiatif membuat Ruang Tumbuh pengusaha kecil menjadi sangat penting. Bagaimana mengembangkan mereka? Bagaimana membangun mindset baru untuk terus tumbuh kembang? Dan bagaimana menaikkan kelas mereka dari kecil dan besar sehingga bisa menciptakan lapangan kerja.
Masalahnya pengusaha kecil kita sulit berkembang karena mindset dan kompetensi dasar? Ini yang juga perlu dikulik. Jangan-jangan masalahnya lebih ke persoalan struktural. Ekosistem yang membuat mereka sulit naik kelas. Ekosistem yang tak memberi ruang mereka tumbuh kembang.
Mindset memang penting. Kerangka berpikir yang bisa menggerakkan orang untuk berbuat sesuatu. Orang akan melihat resiko sebagai ancaman jika mereka ber-mindset aman. Sebaliknya, orang yang ber-mindset tumbuh akan melihat resiko sebagai informasi.
Tentu, pengusaha butuh kerangka berpikir tumbuh. Orang yang tak hanya berpikir nyaman dan aman. Tapi yang selalu ingin berkembang. Punya mimpi besar. Tentu bukan hanya mimpi sekadar mimpi. Tapi mimpi yang ingin terus diwujudkan. Mimpi yang harus jadi kenyataan.
Happy Trenggono mengaku punya pengalaman dalam memprovokasi para pengusaha menjadi besar. Dimulai dari mimpi tadi. Didukung keberanian mengambil resiko yang terukur. Tidak takut jatuh dan punya utang. ‘’Pengusaha punya utang Rp 2Miliar dan Rp 20Miliar itu sama,’’ katanya.
Ia bisa bilang demikian karena punya pengalaman. Pengusaha yang pernah malang melintang bekerja di berbagai perusahaan besar ini, pernah mengalami masa sulit dan utang besar. Namun, ia berhasil bangkit dengan menata ulang strateginya hingga usahanya berkembang pesat.
Pemilik United Balimuda Group asal Batang, Jawa Tengah ini sekarang memiliki kebun sawit puluhan ribu hektar. Dengan pengalamannya itu, ia aktif dalam dunia kewirausahaan. Dengan berbagi pengalaman dengan para pengusaha pemula. ‘’Hari ini saya sebetulnya saya masih jetlag karena baru tiba dari luar negeri,’’ katanya.
Sayangnya tak semua pengusaha kecil –apalagi supermikro– beruntung seperti Heppy. Lebih banyak dari mereka yang gagal naik kelas.
Saat ini, pengusaha kecil kita ibarat sepeda yang melaju berdampingan dengan truk trailer di jalan raya. Ia berisiko besar terpepet dan terlindas. Pengusaha UMKM adalah pengendara sepeda. Sementara truk trailer adalah korporasi besar.
Perlu ada jalur khusus pesepeda agar mereka aman. Jalur khusus yang dibuat oleh pemerintah. Oleh negara. Dalam banyak studi, UMKM tumbuh cepat di negara dengan pasar domestik terproteksi secara cerdas. Juga pembiayaan berbasis ekosistem dan punya koperasi serta kluster industri yang kuat.
Karena itu, Ruang Tumbuh tak bisa berjalan sendiri. Ia bisa mengubah mindset dan kompetensi pengusaha kecil untuk besar. Tapi tanpa bergandengan tangan dengan pemerintah yang bisa menciptakan jalur khusus bagi pesepeda, upayanya tak akan berdampak besar.
Indonesia darurat pengusaha harus diikuti komitmen negara dalam membuat ruang mereka agar mempunyai jalur khusus bebas hambatan. Jika tidak, justru akan makin banyak pengusaha kecil yang sudah bermindset benar masuk unit gawat darurat.
Barangkali di sini menjadi penting kehadiran Walikota Surabaya Eri Cahyadi dalam forum peluncuran Ruang Tumbuh di Hotel Namira, akhir pekan kemarin. Siapa tahu dia bisa menciptakan jalur khusus bagi pengusaha pesepeda. Sehingga mereka tak sampai terlindas truk trailer di jalanan Surabaya.
Advertisement