Ratusan Sopir Jip Wisata Bromo Geruduk Kantor TNBTS, Protes Kemacetan Parah di Cemorolawang
Ratusan sopir jip wisata Bromo menggeruduk kantor perwakilan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) di Cemorolawang, Minggu pagi, 4 Mei 2025. Aksi ini dipicu oleh kemacetan parah dan antrean panjang hingga empat jam di pintu gerbang Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Antrean panjang tersebut membuat ribuan wisatawan terlambat menyaksikan momen matahari terbit (sunrise) dari kawasan Gunung Bromo dan Pananjakan, yang menjadi daya tarik utama wisata Bromo.
Protes Sopir Jip Wisata: Bromo Destinasi Kelas Dunia, Tapi Sistem Masih Lemah
Menurut Choirul Umam, salah satu pengusaha jip wisata Bromo, kondisi ini sangat memprihatinkan. Ia menilai bahwa sebagai destinasi wisata kelas dunia, pengelolaan akses masuk ke kawasan Bromo seharusnya jauh lebih tertib dan efisien.
"Tiket sudah dipesan online. Mestinya tinggal scan barcode di pintu masuk. Tapi kenyataannya antre sampai empat jam," keluh Umam.
Ia bahkan menceritakan, pada Minggu dini hari pukul 01.00 WIB, dirinya mengantar wisatawan ke Pananjakan. Namun jip terjebak macet total di Cemorolawang hingga pukul 05.00 WIB, sehingga wisatawan gagal menikmati sunrise.
Tarif Naik, Sistem Tidak Siap: Sopir Jip Kena Imbas
Umam juga menyoroti kenaikan harga tiket masuk Gunung Bromo yang membuat tarif jip wisata ikut naik. Namun, ia menegaskan bahwa tarif bukan masalah utama selama sistem pelayanan juga ditingkatkan.
"Kalau tiket naik tidak apa-apa, tapi kalau sistemnya lambat, kami pengusaha dan sopir jip yang kena getahnya," ujar dia.
Sopir Usulkan Sistem Seperti E-Toll
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Arif, sopir jip wisata lainnya. Ia menyarankan agar BB TNBTS meniru sistem e-Toll agar antrean bisa dipangkas secara signifikan.
"Mosok tidak bisa mencontoh sistem e-Toll, tinggal scan barcode saat mau masuk Laut Pasir," katanya.
Tanggapan TNBTS Masih Ditunggu
Hingga berita ini diturunkan, Kasi Humas BB TNBTS, Hendra, belum memberikan keterangan resmi terkait antrean panjang yang dikeluhkan para sopir jip wisata di Cemorolawang.
Advertisement