Tanah Longsor di Wonotoro, Akses ke Bromo Terganggu
Curah hujan yang tinggi di kawasan Tengger mengakibatkan tanah longsor di Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Material longsor yang menimbun jalan mengakibatkan akses ke objek wisata Gunung Bromo terganggu.
Seperti diketahui, hutan deras sekitar dua jam mengguyur kawasan Gunung Bromo, Minggu, 9 Maret 2025 siang. Beberapa saat kemudian bukit di Desa Wonotoro longsor menimbun badan jalan menuju Bromo.
"Untuk menyingkirkan material longsor, kami bergotong royong dengan peralatan seadanya," kata Kepala Desa Wonotoro, Heri Dwi Hartono.
Evakuasi material longsor dibantu warga sekitar, personel Koramil 0820/08 Sukapura, Polsek Sukapura, BPBD Kabupaten Probolinggo, Tagana, serta pelaku jip wisata.
Dikatakan begitu terjadi tanah longsor pihak desa langsung menghubungi BPBD, Polsek, dan Koramil.
Selama proses pembersihan material longsor berlangsung, arus lalu lintas dari dua arah diberlakukan sistem buka tutup. Jajaran Polsek Sukapura mengatur lalu lintas agar melintas secara bergantian.
Yang jelas akibat tanah longsor, hanya menyisakan satu jalur untuk akses kendaraan bermotor secara bergantian.
Heri berharap, selama musim penghujan, Pemerintah Kabupaten bisa stand by alat berat di Wonotoro. Sebab, setiap hujan deras desa tersebut "langganan" longsor. "Jika ada alat berat, material tanah longsor dengan cepat bisa disingkirkan," kata Kades Wonotoro.
"Murah-mudahan ke depan, Pemkab Probolinggo menyediakan alat berat di Desa Wonokerto, yang sering dilanda tanah longsor saat hujan deras," pungkasnya.
Advertisement