Proyek Revitalisasi, Alun-alun Probolinggo Ditutup Lima Bulan
Alun-alun Kota Probolinggo akan dipercantik melalui proyek revitalisasi. Selama pengerjaan proyek revitalisasi, alun-alun akan ditutup bagi pengunjung selama lima bulan.
"Pemkot Probolinggo akan menutup alun-alun untuk masyarakat umum selama lima bulan," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP) Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, Rabu, 30 Juli 2025.
Rini, panggilan akrab Setiorini Sayekti menambahkan, CV. Dua Putri asal Sidoarjo menjadi pemenang tender proyek revitalisasi alun-alun.
"Namun saat ini dalam tahap Surat Penunjukan Penyediaan Barang/Jasa (SPPBJ), dan belum dilakukan penandatanganan kontrak karena menunggu jaminan pelaksanaan diserahkan ke PUPR PKP," katanya.
Yang jelas, pemenang kontrak mengajukan penawaran sebesar Rp8.068.808.405. Sementara pagu anggaran nilai kontrak revitalisasi alun-alun sebesar Rp9.450.000.000. Proyek revitalisasi alun-alun meliputi, perbaikan trotoar dan drainase. Revitalisasi alun-alun juga mencakup penataan lampu, bangku taman, penataan pohon, hingga area parkir.
Berdasarkan catatan, Alun-alun Kota Probolinggo berkali-kali menjadi sasaran proyek revitalisasi sejak 2009 silam. Saat itu semasa Walikota Hadi Zainal Abidin, proyek revitalisasi alun-alun digerojok Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp4,8 miliar.
Pagar sekeliling alun-alun pun dicopot, bagian tengah alun diuruk (ditinggikan). Juga dipercantik dengan rumput Jepang, rumput gajah mini, hingga tanaman krokot. Juga dibangun air mancur di tengah alun-alun. Di bagian timur alun-alun dibangun pusat jajanan rakyat (pujasera).
Advertisement