Viral! Pria di Situbondo Ngaku Dibegal di Jalur Pantura, Ternyata Cuma Cerita Bohong karena Mabuk
Seorang pria bernama Jamaludin (29), warga Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, Situbondo, sempat membuat geger warga setelah mengaku menjadi korban pembegalan di Jalur Pantura Situbondo, tepatnya di Jalan Raya Kecamatan Kapongan. Ia bahkan melapor ke polisi dengan luka di kepala yang diklaim akibat dipukul batang besi oleh pelaku begal.
Namun, hasil penyelidikan pihak kepolisian mengungkap fakta sebaliknya. Jamaludin ternyata merekayasa cerita tersebut. Luka di kepalanya bukan akibat aksi begal, melainkan karena terjatuh sendiri dari motor setelah mabuk minuman keras (miras).
Polisi Ungkap Kronologi Sebenarnya
Kasi Humas Polres Situbondo, AKP Achmad Sutrisno, menjelaskan bahwa tim dari Satreskrim Polres Situbondo bersama Polsek Kapongan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk orangtua Jamaludin.
"Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa cerita begal itu fiktif. Jamaludin akhirnya mengakui bahwa semua itu hanyalah karangan belaka," ungkap AKP Sutrisno, Selasa 22 April 2025.
Menurut polisi, alasan Jamaludin membuat cerita palsu karena takut dimarahi orangtua. Pasalnya, ia sebelumnya telah berjanji tidak akan mengonsumsi minuman keras lagi.
"Luka di kepala pelapor bukan karena dipukul, tapi akibat terjatuh dari motor dan membentur batu. Cerita begal yang disampaikan sama sekali tidak sesuai fakta," tambah AKP Sutrisno.
Permintaan Maaf dan Klarifikasi Jamaludin
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Jamaludin diminta membuat video permintaan maaf yang disaksikan oleh keluarganya dan perangkat desa setempat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak kepolisian dan masyarakat Situbondo atas cerita bohong yang sempat menimbulkan keresahan publik.
Sebelumnya, Jamaludin mengaku dibegal saat berkendara tengah malam. Dalam laporannya, pelaku disebut sempat memukul kepalanya menggunakan batang besi dan merampas handphone serta charger miliknya. Namun, motor tidak berhasil dibawa kabur pelaku, yang kemudian diketahui tidak pernah ada.
Kesimpulan: Cerita Begal di Situbondo Ternyata Hoaks
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terbukti kebenarannya, serta tidak membuat laporan palsu yang dapat mengganggu ketertiban dan merugikan banyak pihak.