Potensi Peternakan Lamongan Jadi Modal Swasembada Protein
Potensi peternakan Lamongan cukup besar untuk mendukung swasembada protein hewani. Populasi ternak daerah ini mencapai puluhan juta ekor, didominasi ayam pedaging sebanyak 29,4 juta ekor.
Potensi tersebut menjadi perhatian dalam Sarasehan Penguatan Peternakan yang digelar Pemkab Lamongan bersama Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) di Pendopo Lokatantra, Pemkab Lamongan, Selasa 29 September 2026.
Kegiatan ini merupakan rangkaian Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 sekaligus memperingati World Rabies Day.
Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara berkesempatan membuka acaravtrrsebut. Ia mengatakan, penguatan sektor peternakan membutuhkan sinergi pemerintah, akademisi, peternak, tenaga kesehatan hewan, dan pelaku usaha.
“Terima kasih kepada Unair yang terus berkolaborasi dalam menyukseskan program peternakan di Lamongan. Melalui kegiatan ini sinergi seluruh elemen peternakan semakin baik dan implementasi ke depan benar-benar konkret,” tutur Dirham.
Maa Dirham, sapaan akrabnya, menyebut sektor pertanian dan peternakan perlu diintegrasikan. Salah satunya dengan memanfaatkan hasil dan limbah pertanian sebagai pakan ternak.
“Potensi yang besar ini menjadi daya tarik untuk terus dikembangkan. Kita ingin peternakan Lamongan semakin berdaya saing, menciptakan nilai tambah, sekaligus memperkuat kesehatan hewan menuju Lamongan sebagai lumbung protein,” katanya.
Data Pemkab Lamongan mencatat populasi ternak terdiri atas 108.792 sapi, 99.153 kambing, 89.343 domba, 29.430.628 ayam pedaging, 1.335.399 ayam bukan ras, 479.408 ayam petelur, 70.875 itik, dan 234.832 entok.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Shofiah Nurhayati, mengatakan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan berlangsung Agustus-September dengan tema, 'Swasembada Protein Hewani untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur'
“Rangkaian kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peternakan, tetapi juga kesehatan hewan dan pencegahan penyakit zoonosis,” terang Shofiah.
Sarasehan membahas biosecurity, kesehatan ternak, serta pembuatan pakan berbahan lokal. Pesertanya meliputi peternak milenial, kelompok ternak KLUNTING, peternak unggas, medik veteriner, dan paramedik.
Rangkaian kegiatan juga diisi lomba mewarnai 30 anak TK, talk show zoonosis, pameran alat dan produk UMKM peternakan oleh 15 peserta, serta pelatihan pengolahan produk hasil peternakan.
Berikutnya, Pemkab Lamongan menyiapkan pendampingan kelompok ternak itik di Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, selama dua tahun. Program itu meliputi bantuan bibit itik, subsidi, pendampingan, dan pengembangan 200 kandang.
Sementara untuk pencegahan rabies, vaksinasi dilakukan terhadap hewan pembawa rabies (HPR), seperti anjing, kucing, dan monyet, di lingkungan masyarakat serta 11 Puskeswan di 11 kecamatan.
Advertisement