Pj Gubernur Jatim Harap BPJS Cover Semua Penyakit
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, berharap Pemerintah Pusat bisa memperluas jenis penyakit yang dapat dicover BPJS Kesehatan.
Adhy mengatakan, saat ini tidak semua penyakit dicover BPJS. Sehingga, apabila ada masyarakat kurang mampu kesulitan jika mengalami penyakit yang tidak tercover.
“Kami harap sebesar-besarnya penempatan BPJS itu bisa diberikan, termasuk beberapa penyakit yang memang tidak bisa tercover,” tuturnya di Surabaya, Senin 20 Januari 2025.
Salah satu contohnya adalah kasus pemisahan bayi kembar siam yang baru saja ditangani oleh RSUD Dr Soetomo. Di mana, biaya pengobatan tersebut mencapai Rp3 miliar sehingga sulit bagi masyarakat kurang mampu.
“Contoh kemarin operasi pemisahan bayi kembar siam itu tidak dijamin. Sedikit tapi jumlahnya selalu ada tiap tahun. Semakin banyak penyakit dicover semakin bagus bagi pemerintah maupun masyarakat,” ujar Adhy.
Sementara bagi masyarakat yang mampu secara finansial yang tidak perlu dicover BPJS. Adhy menjelaskan, bahwa dalam rangka universal health coverage (UHC) maka semua akan ditanggung tanpa memandang ekonomi.
“Tetapi kalau orang kaya biasanya mereka punya 2-3 (asuransi) BPJS dan asuransi kesehatan yang bagus kami tidak masalah kalau mampu,” tutur Adhy.
“Tapi paling penting yang tidak mampu harus dicover dengan PBI (penerima bantuan iuran) untuk mereka bisa mandiri dengan tarif semurah-murahnya,” pungkasnya.
Advertisement