Pendaki Meninggal Disambar Petir di Merbabu, 5 Jalur Pendakian Ditutup Sementara
Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb), Jawa Tengah, resmi menutup seluruh jalur pendakian menyusul insiden pendaki meninggal dunia akibat tersambar petir di tengah kondisi cuaca ekstrem. Penutupan berlaku selama dua bulan, mulai 1 Januari hingga 28 Februari 2026.
Keputusan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor: PG.18/T.35/TU/HMS.1.8/B/12/2025 yang dikeluarkan oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Anggit Haryoso.
“Seluruh jalur pendakian Taman Nasional Gunung Merbabu ditutup sementara. Masa penutupan berlaku mulai 1 Januari sampai dengan 28 Februari 2026,” disampaikan melalui akun Instagram @btn_gn_merbabu, Senin 29 Desember 2025.
Anggit Haryoso menjelaskan, kebijakan penutupan diambil demi menjaga keselamatan pengunjung serta mempertimbangkan kondisi alam terkini. Berdasarkan peringatan dini BMKG, wilayah Jawa Tengah dan kawasan pegunungan berpotensi mengalami perubahan cuaca ekstrem secara tiba-tiba, seperti hujan lebat berdurasi singkat, angin kencang hingga puting beliung, serta kilat dan petir.
Selama masa penutupan, tidak diperkenankan melakukan aktivitas pendakian dalam bentuk apa pun di kawasan Gunung Merbabu.
Lima Jalur Pendakian Resmi Ditutup
Gunung Merbabu diketahui memiliki lima jalur pendakian resmi, seluruhnya ditutup sementara, yakni:
Jalur Selo (Kabupaten Boyolali)
Jalur Suwanting (Kabupaten Magelang)
Jalur Wekas (Kabupaten Magelang)
Jalur Cunthel (Kabupaten Semarang)
Jalur Thekelan (Kabupaten Semarang)
Bagi calon pendaki yang telah melakukan booking pendakian pada Januari 2026, pihak pengelola memberikan opsi penjadwalan ulang atau pengembalian biaya (refund) sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, seorang pendaki perempuan dilaporkan meninggal dunia akibat tersambar petir saat melakukan pendakian di Gunung Merbabu.
Korban diketahui bernama Mella Irawanti Kusuma,22, tahun, warga Jalan Jenderal Sudirman, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Jenazah korban berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan pada Kamis 25 Desember 2025 malam, kemudian dibawa ke RSUD Muntilan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sekitar pukul 02.15 WIB, Jumat 26 Desember 2025 dini hari, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Balai Taman Nasional Gunung Merbabu mengimbau masyarakat dan pendaki agar mematuhi kebijakan penutupan, selalu memperhatikan peringatan cuaca dari BMKG, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas alam terbuka.
Advertisement