Pemkab Sidoarjo Gelar Musrenbang RPJMD 2025–2029
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo secara resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sidoarjo tahun 2025–2029. Acara ini berlangsung di Pendopo Delta Wibawa dan dibuka langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi.
Musrenbang RPJMD Sidoarjo 2025–2029 Fokus pada Perencanaan Pembangunan yang Partisipatif dan Akuntabel
Musrenbang RPJMD ini bertujuan untuk melakukan penajaman, penyelarasan, klarifikasi, dan kesepakatan terhadap rancangan RPJMD Kabupaten Sidoarjo 2025–2029. Forum ini juga menjadi ruang strategis dalam membangun perencanaan jangka menengah yang partisipatif, akuntabel, serta sesuai regulasi perundang-undangan.
Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan daerah dan lintas sektor, antara lain:
Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing
Dandim 0816, Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo
Kepala BNN Sidoarjo, Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto
Kasi Pengelolaan Barang Bukti Kejari Sidoarjo, Novan Basuki Ariyanto
Kepala BPS Sidoarjo, Muhammad Ismail
Ketua Forum CSR, Herti Ahmayanti
Kepala Cabang Bank Jatim, Suyatno
Perwakilan Forum Anak Sidoarjo
Bappeda Provinsi Jawa Timur serta Bappeda dari Kota Surabaya, Mojokerto, Gresik, dan Pasuruan
Visi RPJMD 2025–2029: Menata Desa, Membangun Kota Menuju Sidoarjo Metropolitan
Dalam sambutannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa forum Musrenbang ini sangat penting untuk menjawab tantangan pembangunan daerah ke depan. Ia menyampaikan visi pembangunan jangka menengah Sidoarjo 2025–2029, yaitu:
“Menata Desa, Membangun Kota Menuju Sidoarjo Menjadi Metropolitan Berkarakter dan Berkelanjutan.”
Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk memberikan masukan konstruktif dalam proses penyempurnaan dokumen RPJMD, yang nantinya akan dituangkan dalam berita acara resmi.
“Forum ini adalah momentum penting untuk menyatukan pandangan demi menghasilkan dokumen perencanaan yang inklusif dan berkualitas,” kata Subandi.
Sidoarjo Raih Penghargaan PPD Jawa Timur 2025
Keberhasilan Kabupaten Sidoarjo dalam menyusun perencanaan pembangunan mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sidoarjo meraih penghargaan sebagai kabupaten terbaik pertama dalam ajang Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.
Subandi menekankan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari pendekatan pentahelix, yaitu sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media massa.
“Kolaborasi lintas sektor ini terbukti efektif, seperti dalam program Warung Rakyat yang melibatkan langsung masyarakat dan stakeholder,” jelasnya.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Strategi Pembangunan Utama
Bupati Subandi menegaskan bahwa setiap kepala perangkat daerah wajib mengedepankan kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan kebijakan pembangunan. Hal ini juga menjadi kunci dalam membuka peluang alternatif pembiayaan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
“Kolaborasi strategis sejalan dengan semangat Perda Sidoarjo Nomor 2 Tahun 2013 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan. Dunia usaha harus ikut serta dalam pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Subandi.
Agenda Selanjutnya: Raperda RPJMD Disampaikan ke DPRD Mei 2025
Mengakhiri sambutannya, Bupati Subandi mengumumkan agenda lanjutan dari proses RPJMD, yaitu penyampaian dan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) RPJMD 2025–2029 ke DPRD Kabupaten Sidoarjo, yang dijadwalkan berlangsung pada minggu keempat Mei 2025. Setelah itu, dokumen akan dievaluasi oleh Gubernur Jawa Timur.
“Saya apresiasi kerja keras seluruh perangkat daerah yang telah menyusun dokumen ini dengan komitmen tinggi dan tepat waktu,” pungkasnya.
Advertisement