Fokus Ibadah Hemat Tenaga, Menag Lepas Kloter Perdana JCH Embarkasi Jakarta
Menteri Agama Nasaruddin Umar melepas secara resmi keberangkatan jamaah calon haji Indonesia kelompok terbang (kloter) pertama. Mereka adalah jemaah asal embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-01).
“InsyaAllah JKG-01 menjadi penanda dimulainya operasional penyelenggaraan haji 1446 H/2025 M. Kloter ini diberangkatkan pada Jumat dinihari 2 April 2025 pukul 01.45 WIB dengan menggunakan pesawat maskapai Garuda Indonesia (GA),” tuturnya.
Upacara pelepasan berlangsung di Aula Utama Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis malam 1 Mei 2025, jam 18.00 WIB, diikuti seluruh jamaah calon haji.
“Di antara sekitar ratusan juta umat Islam, yang diundang oleh Allah itu hanya sedikit sekali. Alhamdulillah bapak ibu mendapat kesempatan untuk berangkat awal,” ujar tokoh asal Sulawesi Selatan itu.
Kepada jamaah kloter awal ini Menag juga berpesan jangan terlalu ‘bernafsu’ menunaikan ibadah sunnah di Madinah, sehingga ibadah utamanya, yakni di padang Arafah tenaga dan fisik jamaah sudah loyo.
“Yang paling penting sebenarnya ibadah utamanya yakni hadir di Padang Arafah. Nah di situ fisik harus kuat. Jadi saya mengingatkan jaga fisik, jangan sampai loyo ketika berada di sana,” pesan Menag.
Niat Semata-mata Karena Allah
Ikut menghadiri pelepasan calon jamaah haji kloter pertama tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Menag berpesan agar jamaah menata ulang kembali niatnya. Menag berharap jamaah fokus untuk beribadah haji. “Tujuan kita untuk berhaji bukan memperoleh gelar haji, tapi adalah niat untuk lillahi ta’ala, hanya untuk Allah. Saya mohon perbaiki niat,” ujarnya.
Menurut Menag, dengan meluruskan niat hanya untuk beribadah, maka sejatinya akan berdampak pada daya tahan tubuh yang juga menguat. Apalagi cuaca di Arab Saudi sangat panas yang menjadi tantangan bagi jamaah calon haji Indonesia.
“Kalau orang tidak ikhlas gampang loyo, gampang capek. Tapi vitamin yang mujarab itu keikhlasan,” kata Menag.
Menag Nasaruddin juga meminta jamaah calon haji Indonesia untuk tidak memaksakan diri melaksanakan Shalat Arbain di Masjid Nabawi, Madinah. “Arbain itu sunnah, yang wajib itu haji di Arafah,” ujarnya.
Shalat Arbain di Masjid Nabawi ialah melaksanakan shalat fardhu sebanyak 40 waktu yang ditunaikan secara berjamaah di masjid suci tersebut. Amalan ini bukan termasuk rukun ataupun wajib haji sehingga tidak masalah jika tidak dikerjakan.
Menag mengatakan jamaah harus menghemat energi dan menjaga kondisi kesehatan agar seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar.
Menag khawatir apabila jamaah memaksakan untuk melaksanakan Arbain, kondisi kesehatan mereka malah menurun. Dampaknya pada prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Jadi jangan mengejar yang sunnah tapi menelantarkan yang wajib. Pembimbing haji minta jamaahnya untuk tidak memaksakan. Allah Maha Tahu kalau kita tidak bisa menyempurnakan Arbain,” kata Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.
Jamaah haji gelombang pertama bakal berangkat pada Jumat dini hari dan akan menginap di Madinah lebih dulu sebelum menuju Makkah menjelang puncak haji. Mereka akan tinggal di Madinah selama delapan hingga sembilan hari.
Menag mengatakan ada 7.514 orang termasuk petugas haji yang akan berangkat pada 2 Mei. Jumlah itu terdiri atas 19 kelompok terbang atau kloter.
Indonesia mendapat kuota 221.000 haji tahun ini. Jamaah akan berangkat dalam dua gelombang. Gelombang pertama akan berangkat mulai Jumat, 2 Mei hingga 16 Mei.
Pada sesi tanya jawab dengan Wartawan di Media Center Haji Pondok Gede Menag menekankan Kembali kepada masyarakat yang tidak mempunyai visa haji tidak mencoba-coba ke tanah suci. Karena pengawasan dari petugas haji Saudi sangat ketat.
“Jangan sampai tergiur oleh imimng-iming calo atau pihak travel yang menawarkan haji di luar pemerintah, karena di sana penjagaan sangat ketat,” pesan Menag.
Menag Nasaruddun Umar pada upacara pelepasan Kloter Perdana Jamaah Calon Haji Embarkasi Jakarta didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Advertisement