Memahami Teman Setia, Mempersiapkan Diri Sambut Ramadan
Dalam kehidupan dunia ini kita memiliki banyak teman, tetapi teman yang kita miliki hanyalah teman dalam suka bukan teman dalam duka. Juga bukan teman yang benar-benar setia.
Sungguh sangat beruntung bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, karena mereka memiliki teman yang benar-benar setia yang selalu setia menemani hidup di dunia, menemani di dalam kubur dan menemani di akhirat nanti, teman tersebut adalah:
Amal sholeh atau amal ibadah yang dilakukan ikhlas kepada Allah, dan semua perbuatan baik bermanfaat yang dilakukan untuk mendapatkan ridho dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Rasulullah SAW. bersabda :
فَيُؤْتَى مِنْ عِنْدَ رَأْسِهِ ، فَتَقُولُ الصَّلاةُ : مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ
Kemudian didatangkan malaikat dari arah kepalanya untuk menyiksa, maka sholat berkata " Tidak ada jalan dari arahku ( untukmu ). "
فَيُؤْتَى مِنْ عَنْدَ يَمِينِهِ ، فَتَقُولُ الزَّكَاةُ : مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ
Kemudian didatangkan malaikat dari arah kanannya untuk menyiksa maka zakat berkata " Tidak ada jalan dari arahku ( untukmu ). "
فَيُؤْتَى عَنْ يَسَارِهِ ، فَيَقُولُ الصِّيَامُ : مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ
Kemudian didatangkan malaikat dari arah kirinya untuk menyiksa maka puasa berkata " Tidak ada jalan dari arahku ( untukmu ). "
فَيُؤْتَى مِنْ عِنْدِ رِجْلَيْهِ ، فَيَقُولُ : فِعْلُ الْخَيْرَاتِ مِنَ الصَّدَقَةِ وَالصِّلَةِ وَالْمَعْرُوفِ وَالإِحْسَانِ إِلَى النَّاسِ : مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ
Kemudian didatangkan malaikat dari arah kakinya untuk menyiksa, maka amal sholeh, segala sunnah, dan segala perbuatan ma’ruf, berkata, " Tidak ada jalan dari arahku (untukmu). "
( H. R. Imam Ahmad dalam kitabnya Al-Musnad dari riwayat Al-Bara’ ibn ‘Azib & Himpunan Fadhilah Amal : 609 )
Renungan Jelang Ramadan
Bulan Ramadan sebentar lagi tiba, Maka seorang Muslim hendaknya merasa sangat bergembira bila bulan Ramadhan tiba, sebab bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan.
Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari 1000 bulan, yaitu Laiatul qadar,
Pada bulan Ramadhan yang mulia ini, semua amal shalih juga dilipatkan gandakan pahalanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup, setan-setan dibelenggu.
Maka sebagai seorang Muslim kita harus merasa bergembira menyambut dan memanfaatkannya. Karena ini merupakan kesempatan terbaik untuk meraih banyak amal shalih.
Sebaliknya, bila ada seorang muslim yg merasa biasa-biasa saja. Tidak bersemangat meraih amal shalih dan tidak bergembira dengan datangnya bulan Ramadan. Maka ia harus khawatir, sebab bisa jadi ia akan banyak melewatkan kebaikan-kebaikan pada bulan itu.
Karena kebahagiaan ketika bulan Ramadan merupakan sebuah reaksi tanda keimanannya seorang Muslim. Sebuah Ibarat ia bahagia karena akan kedatangan tamu yang agung ketika tamu tersebut telah ia rindukan selama 11 bulan lamanya yang akan segera hadir membawa banyak oleh-oleh keberkahan. Karena itu, ia berusaha mempersiapkan segalanya dan tentu hati menjadi sangat bergembira dapat bertemu dengan Ramadhan.
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata:
“Bagaimana tidak gembira? seorang mukmin diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga. Tertutupnya pintu-pintu neraka. Bagaimana mungkin seorang yang berakal tidak bergembira jika diberi kabar tentang sebuah waktu yang di dalamnya para setan dibelenggu. Dari sisi manakah ada suatu waktu menyamai waktu ini (Ramadhan). [Latha’if Al-Ma’arif hlm. 148]
Untuk itu sudah semestinya kita sebagai seorang Muslim menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, mempersiapkan diri dengan yg terbaik, semangat beramal shalih, banyak berdoa, membekali dengan ilmu dan membersihkan diri dengan taubat,
Semoga dengan kesempatan yg Allah ta'ala berikan ini, kita bisa pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk meraih banyak amal shalih.
Semoga kita dan seluruh keluarga kita selalu bertakwa kepada Allah, selalu giat ikhlas beramal ibadah, selamat di dunia selamat di akhirat.
Aamiin....!!!
Semoga Bermanfaat. Wallahu a'lam bisshawab.