Maudy Rilis Tembang Sountrack Film Para Perasuk
Pada tanggal 19 Januari kemarin, artis Maudy Ayunda merilis tembang baru yang telah rilis di platform streaming digital. Lagu berjudul “Aku yang Engkau Cari”, bukan lagu biasa, tetapi menjadi original soundtrack film Para Perasuk.
Dalam film tersebut, Maudy juga ikut bermain bersama dengan beberapa artis seperti Angga Yunanda hingga Anggun C Sasmi. Adanya lagu ini memberi warna musikal bagi film yang rencananya akan diputar dalam Sundance Film Festival 2026.
Maudy sendiri yang menulis lagu ini dan dapat disaksikan pada kanal di kanal YouTube Trinity Optima Production. Tembang ini terinspirasi dari pengalaman emosional Maudy selama menjalankan syuting. Karakter Bayu, tokoh utama yang rapuh dan haus akan penerimaan menjadi latar belakang dari lagu ini. Selain itu juga menggambarkan kerinduan yang mendalam akan cinta dan jati diri. Apa yang Engkau Cari” memperkuat emosi dan konflik batin yang tak terucap di layar.
Dalam film karya Sutradara Wregas Bhanuteja ini Maudy berperan sebagai Laksmi. Menurut artis kelahiran 19 Desember ini banyak adegan yang menantang dalam film Para Perasuk ini. Salah satunya adalah menari. Maudy berkisah banyak adegan yang mengharuskan dirinya untuk merangkan dan berjongkok. "Karena gerakannya kalau 'gerakan hewan' itu banyakan di bawah, dalam arti jongkok atau merangkak. Dengkul saya lumayan terbebani," katanya dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Selain itu, lanjut Maudy, tantangan lainnya adalah melakukan adegan pada tempat basah tanpa memakai alas kaki dan menari yang tidak sepenuhnya terikat koreografi. “ Bagi saya ini adalah challenging walaupun ada koreografi, namun masih ada juga ruang untuk spontanitas dan ruang untuk eksplorasi sendiri. Selain itu harus menyesuaikan gerakan dengan para penari lain agar tidak bertabrakan," jelasnya.
Keluar dari Zona Nyaman
Bagi Maudy menerima tawaran adalah peran yang keluar dari zona nyamannya. "Sebagai seseorang yang berseni peran tentunya kalau mendapatkan karakter yang di luar zona nyaman yang tidak biasanya saya pernah lakukan itu ada dua perasaan satu takut dan deg-degan luar biasa, tapi yang kedua juga senang sebenarnya karena mendapatkan mungkin tantangan atau ruang baru untuk belajar dan tumbuh lebih lagi," ungkapnya.
Film "Para Perasuk" sendiri berkisah tentang sebuah desa yang menjadi tempat tradisi kerasukan roh dianggap sebagai pesta hiburan dan kepuasan bersama oleh warganya. Kehadiran Bayu, pemuda desa yang bercita-cita besar untuk menjadi seorang perasuk bukan semata-mata untuk ikut meramaikan pesta. Namun bayu ingin melindungi desanya dari ancaman keserakahan para penguasa yang secara perlahan mulai merampas tanah dan kehidupan masyarakat. Karya ini tidak hanya menawarkan ketakutan hingga teror semata. Akan tetapi alur kisahnya mampu mempertemukan unsur budaya, ambisi pribadi, dan konflik sosial dalam satu narasi yang benar-benar kuat.
Para Perasuk merupakan produksi bersama antara Rekata Studio bersama mitranya dari Singapura dan Perancis. Sederet pemain hadir dalam film ini selain di antaranya adalah Chicco Kurniawan, Indra Birowo, Ganindra Bimo hingga Ivonne Dahler. Ada tiga produser yang terlibat yaitu Film ini diproduksi oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi. Rencananya menjalani world premiere di Sundance Film Festival pada 22 Januari–1 Februari 2026 di Amerika Serikat. Film ini terpilih sebagai salah satu dari 10 film internasional dalam kategori World Cinema Dra.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement