Lima Hal Menarik dari Sosok AKBP Rudy Yulianto
Video viral Kapolres Dharmasraya, AKBP Rudy Yulianto menarik perhatian publik. Setidaknya video ini sudah ditonton oleh 33 ribu warganet di media sosial. Siapa sebenarnya sosok AKBP Rudy Yulianto ini? Darimana dia mendapatkan kemampuan juggling bola? Berikut lima hal menarik dari sosok AKBP Rudy Yulianto.
1. Cita-cita sebenarnya ingin menjadi pemain bola profesional
Kapolres Dharmasraya, AKBP Rudy Yulianto mengatakan mempunyai minat main bola sudah sejak kecil. Dia mengaku bermain bola tak dapat dipisahkan dengan dirinya. Apabila tak menjadi polisi, mungkin dia sudah menjadi pemain bola profesional.
2. Tak terbiasa pakai sepatu bola
Saat masih kecil, Rudy Yulianto menyatakan justru tak terbiasa memakai sepatu saat bermain. Kata dia, jika memakai sepatu bola, dirinya malah merasa permainannya tak berkembang. Namun sejak bapaknya yang juga polisi pindah tugas ke Semarang. Dia mulai membiasakan diri untuk memakai sepatu bola. Apalagi di depan rumahnya adalah lapangan bola.
Saat di Semarang ini, AKBP Rudy Yulianto juga masuk Sekolah Sepak Bola (SSB) Tugu Muda Semarang. Sekolah sepakbola ini, kala itu di bawah manajemen Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang (PSIS).
3. Jadi anggota tim inti dari kesebelasan Akademi Polisi
Saat menjadi taruna Akademi Polisi, karena kemampuannya bermain bola dia masuk menjadi tim inti kesebelasan Akademi Polisi (Akpol). Dia bahkan termasuk pemain andalan. Saat masuk menjadi tim inti kesebelasan Akademi Polisi ini, AKBP Rudy Yulianto berperan sebagai sayap kanan. Posisi itu yang selalu ia mainkan hingga kini.
4. Rutin main bola seminggu sekali
Meski kesibukannya sebagai Kapolres seabrek, namun AKBP Rudy Yulianto tetap menyempatkan diri main bola seminggu sekali bersama dengan anak buahnya. Saat main bola itu, karakter tegas dan disipilin AKBP Rudy Yulianto muncul.
Jika ada anak buahnya yang bermain tak serius, maka jangan harap anak buah akan bebas dari teguran. Kata dia, dengan bermain bola selain untuk melatih kedisipilinan juga jadi ajang untuk mengakrabkan diri dengan anak buahnya.
Selain itu, dengan bermain bola melawan kesebelasan lain, bisa menjadi ajang untuk menyosialisasikan ketertiban dan ketertiban masyarakat kepada warga.
Kata AKBP Rudy Yulianto, selain main bola, dirinya juga akrab dengan olahraga badminton, tenis meja dan lari. Namun sepakbola tetap nomor satu. Saat ada waktu senggang, di juga memainkan sepakbola di Play Station (PS).
5. Sempat diusulkan dicopot karena penyataannya yang dianggap kontroversial
Pernyataan AKBP Roedy Yoelianto di sebuah stasiun televisi swasta nasional yang menyebut salah satu ciri-ciri teroris yang membakar Mapolres Dharmasraya pada 12 November lalu, meneriakkan takbir, menuai protes. Dalam siaran langsung itu AKBP Rudy Yulianto menyatakan, selain ditemukan kertas berisikan seruan jihad, dasar polisi menyebut kedua pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya sebagai teroris lantaran pelaku meneriakkan takbir.
Pernyataan itu memicu reaksi keras dari para ulama dan tokoh-tokoh Islam, khususnya di Sumbar. Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar seperti dilansir Harian Haluan Padang, Kamis 16 November, mengingatkan kepolisian agar lebih jernih dan tidak membuat pernyataan yang meresahkan masyarakat seperti anggapan bahwa teriakan takbir adalah ciri terorisme.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon angkat suara. Dia mengatakan bahwa Kapolres tersebut tidak memahami arti Pancasila yang sesungguhnya. “Jelas Kapolres ini tak paham Pancasila, tak paham Pancasila yang sesungguhnya,” kata Fadli kala itu.
Menurut Fadli, Kapolres Dharmasraya itu pun tidak memahami ajaran Islam. Selain itu, dari pernyataannya itu, ujarnya, Kapolres tersebut bisa disebut mengadu domba kelompok masyarakat.
Komentar senada juga datang dari Anggota Komisi III DPR Muhammad Syafii. Ia mendesak Kapolri untuk mencopot Kapolres Dharmasraya tersebut. “Saya minta Kapolri untuk segera mencopot Kapolres yang tidak memahami hukum ini dari jabatannya,” ujar Syafii (amr)