Laut Bercerita Akan Tayang Tahun Depan
Penulis: Nurul Huda
Sebuah karya dari sutradara Yosep Anggi Noen akan meluncur pada tahun 2026. Dari akun instagramnya berjudul "Film Laut Bercerita”. Film ini menghadirkan deretan aktor ternama sebagai pemerannya seperti Reza Rahardian, Christine Hakim. Eva Celia hingga Dian Sastrowardoyo.
Judul film tersebut merujuk dari novel karya leila S Chudhori yang mengangkat tema penculikan mahasiswa menjelang berakhirnya rezim Orde baru. . Pal8 Pictures menggaet VMS Studio, Jagartha Group, dan Lynx Film sebagai kolaborator utama proyek film adaptasi 'Laut Bercerita'.
Hal tersebut terungkap dalam acara 'First Feature Film' oleh rumah produksi Pal8 Pictures di JAFF Market 2025, JEC Yogyakarta, Senin (1/12/2025). Aktor Reza Rahadian akan kembali memerankan tokoh Biru Laut seorang aktivis mahasiswa 1998. Sebelumnya, Reza sudah memerankan yang sama versi film pendek. Eva Celia juga akan melengkapi rangkaian cerita sebagai Ratih Anjani, kekasih dari Biru Laut yang sebelumnya diperankan Dian Sastrowardoyo juga dalam versi film pendeknya.
Dian Sastrowardoyo akan berperan sebagai Kasih Kinanti yang merupakan aktivis mahasiswa sekaligus salah satu pimpinan kelompok Winatra. Winatra sendiri merujuk pada nama perkumpulan aktivis mahasiswa Yogyakarta di dalam cerita. Selain itu ada nama legendaris seperti Christine Hakim dan Arswendy Bening Swara akan berperan sebagai orang tua dari Biru Laut. Untuk penulis naskah film adalah sang penulis novel, Leila S. Penetapan Leila ini bertujuan agar isi cerita dari film ini tetap autentik dan mampu membawa perspektif dan visi asli dari karyanya ke layar lebar.
. 'Laut Bercerita' adalah novel drama fiksi tersebut mengambil latar belakang era Orde Baru tahun 1990-an. Kabatnya alur kisah dikabarkan tetap mempertahankan latar sosial sejarah menjelang akhir Orde Baru seperti yang ada pada novelnya. Tema aktivisme dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi bagian signifikan dari keseluruhan narasi film.
Novel Best Seller
Sekedar informasi Laut Bercerita merupakan novel karya Leila S. Chudori. Novel terbitan Kepustakaan Populer Gramedia Jakarta pada tahun 2017 berkisah tentang persahabatan, keluarga, cinta, dan kehidupan sebagai seorang aktivis mahasiswa. Tokoh utama dari novel tersebut bernama Biru Laut.
Tokoh ini adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas di Yogyakarta. Sebagai mahasiswa Sastra Inggris yang menyukai tulisan-tulisan yang dilarang kala itu. Selain itu Laut aktif dalam organisasi bernama Winatra dan Wirasena yang didirikan oleh para aktivis untuk melakukan gerakan menuntut perubahan Orde Baru.
Sebuah kejadian Sabtu Kelam yang membuat Laut dan beberapa temannya menjadi buronan. Dengan latar belakang antara tahun 1991-2008, namun berfokus pada tahun 1998 yaitu masa transisi Orde Baru ke Reformasi menjadikan ceritanya sangat dramatis. Tahun 1998 yang menjadi fokus utama novel menggambarkan perjalanan para aktivis dalam memperjuangkan keadilan pada masa itu.
Beberapa kejadian tragis tergambar dalam novel ini. Maka dari itu pembaca novel khusus bagi mereka yang usia 18 tahun ke atas. Ada kisah beberapa para tokoh aktivis di dalamnya mengalami yang menjadi korban penculikan pada tahun 1998. Bahkan ada yang dihilangkan tanpa jejak dan tidak pernah kembali. Beberapa tokoh juga dipaksa pulang ke kampung halaman dengan berbagai ancaman.
Advertisement