KONI Jatim Selektif Pilih Atlet Terbaik ke PON Bela Diri 2026
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timu, menegaskan keseriusannya menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II 2026. Untuk itu, hanya atlet-atlet terbaik berpotensi meraih medali emas yang akan dikirim.
Wakil Ketua KONI Jatim, Dr. Irmantara Subagio mengatakan, selain karena faktor prestasi yang kurang di sektor bela diri, pembatasan jumlah atlet juga disesuaikan dengan anggaran yang ada. Sehingga, proses pembinaan yang dilakukan tepat sasaran.
Ia mengatakan, hanya atlet yang pernah meraih medali emas atau perak yang berpotensi emas di ajang PON 2024, singel event nasional, atau bahkan SEA Games 2025 yang akan direkrut, dan mungkin beberapa melalui proses seleksi ulang.
"Misalnya tinju karena kosong ya kita akan ambil anak-anak eks Porprov, nanti Sabtu (31 Januari) juga akan ada seleksi di Ngawi akan kami pantau langsung," kata pria yang akrab disapa Ibag usai rapat koordinasi dengan pengprov cabor dan pelatih peserta PON Bela Diri 2026 di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Kamis, 29 Januari 2026.
Apabila tidak ada atlet, Ibag mengatakan, masih ada peluang untuk mengikutkan atlet dari cabor lain yang berpotensi namun tidak dipakai.
"Kalau misal di Muaythai ada yang potensi bisa kita ikutkan," ujarnya.
Secara peluang, Dekan FIKK Unesa itu mengaku, memang cukup berat menghadapi PON Bela Diri kali ini. Mengingat, banyak cabor yang memang selama ini minim prestasi.
Pada edisi kedua ini ada delapan cabor yang dipertandingkan yakni Muaythai, Kurash, Anggar, IBCA MMA, Tinju, Kick Boxing, Hapkido dan Yongmoodo. Dari delapan itu, hanya Muaythai yang dinilai memiliki prestasi.
"Sedangkan untuk Yongmoodo karena tidak ada ya kita ngirim langsung dari TNI. Tapi beberapa itu kan dari Judo, nanti akan kita lihat dan pilih," kata Ibag.
Apabila sudah terpilih, selanjutnya KONI Jatim meminta agar proses latihan dilakukan dengan maksimal. KONI juga akan memantau progres latihan dengan menggelar kegiatan tes fisik dan kesehatan untuk memastikan kondisi atlet dalam keadaan siap.
Ia juga meminta para pelatih dan pengprov cabor untuk terus mengupdate peta kekuatan calon kompetitor sehingga bisa menyusun strategi dengan baik.
Dengan waktu yang relatif agak panjang, Ibag berharap proses pembinaan bisa berjalan maksimal sehingga dapat memberikan prestasi terbaik bagi Jatim.
Advertisement