Kodim 0824 Jember Pastikan Serka Putu Menaka Meninggal Akibat Henti Jantung
Komando Distrik Militer (Kodim) 0824 Jember menegaskan bahwa meninggalnya Serka Putu Menaka, anggota Babinsa Karangrejo Koramil Sumbersari, bukan disebabkan oleh konsumsi minuman keras. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis korban meninggal akibat henti jantung (cardiac arrest) dengan riwayat hipertensi.
Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol Arm Indra Andriansyah, mengatakan penegasan tersebut didasarkan pada hasil resume medis resmi Rumah Sakit Tingkat III Baladhika Husada yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Serka Putu Menaka meninggal dunia karena kardiak arrest atau henti jantung dengan diagnosa hipertensi. Informasi yang menyebutkan akibat minuman keras tidak benar,” ujarnya saat konferensi pers, di Kodim 0824 Jember, Jumat, 02 Januari 2025.
Ia menambahkan, keterangan tersebut diperkuat oleh penjelasan dokter yang menangani langsung almarhum sejak masuk IGD hingga dinyatakan meninggal dunia. Sementara terkait aktivitas almarhum sebelum kejadian, pihak Kodim masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan karena keterbatasan saksi.
“Terkait informasi bahwa Serka Putu berada di lokasi pesta miras kamu masih menunggu hasil penyelidikan," pungkasnya.
Sementara itu, dokter jaga RS Tingkat III Baladhika Husada, Deny Febriwijaya Ramadhan, menjelaskan bahwa Serka Putu datang ke IGD pada Minggu, 28 Desember 2025 pukul 20.48 WIB dengan keluhan utama sesak napas dan tekanan darah sangat tinggi.
Dari hasil anamnesa, pasien mengaku telah lama mengalami batuk, sesak napas, serta memiliki riwayat hipertensi.
“Pasien menyampaikan sesak napas sejak pagi, batuk sudah lama, dan memang punya riwayat darah tinggi. Karena itu kami konsulkan ke dokter paru dan kemudian ke dokter jantung,” ujarnya.
Sekitar pukul 22.00 WIB pasien dipindahkan ke ICU. Namun kondisinya semakin kritis. Tekanan darah yang awalnya tinggi kemudian turun drastis hingga 70/44.
“Pasien datang dengan sesak napas, tensi mencapai 202 per 121, serta memiliki riwayat batuk lama dan hipertensi. Setelah penanganan awal dan konsultasi dokter paru serta jantung, pasien dipindahkan ke ICU,” jelasnya.
Namun kondisi pasien terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.01 WIB.
“Penyebab kematian adalah serangan jantung akibat hipertensi emergensi yang disertai gangguan pernapasan,” pungkasnya.
Advertisement