KMP Tunu Tenggelam: Kapal di Dermaga LCM Tak Boleh Angkut Penumpang, Kapasitas Maksimal 75 Persen
Pasca tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Rabu, 2 Juli 2025, lalu, Syahbandar Banyuwangi menerbitkan aturan baru layanan penyeberangan. Kapal-kapal yang beroperasi di dermaga LCM Pelabuhan Ketapang, hanya boleh melayani kendaraan logistik. Kapal-kapal di dermaga LCM dilarang membuat penumpang.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi, Banyuwangi, Purgana, mengatakan, pasca musibah yang menimpa KMP Tunu Pratama Jaya, ada beberapa pembatasan bagi kapal penyeberangan yang beroperasi di dermaga LCM.
“Pertama (kapal) di LCM tidak boleh memuat penumpang,” jelasnya, Rabu, 16 Juli 2025.
Dengan larangan ini, kapal-kapal yang beroperasi di dermaga LCM hanya boleh melayani kendaraan barang atau logistik. Pada aturan baru, kapal yang beroperasi di dermaga LCM hanya boleh membawa muatan maksimal 75 persen dari kapasitas kapal.
“Ini kita meminimalisir apabila terjadi hal yang di laut nantinya, yang berpotensi mengancam jiwa manusia, utamanya penumpang,” tegasnya.
Dijelaskannya, KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam merepakan kapal motor penumpang (KMP) eks LCT. Kapal eks LCT ini, kata Dia, menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Hingga turun instruksi pemeriksaan kembali kelaikan kapal eks LCT.
“Dan ternyata memang harus dipenuhi,” katanya.
Untuk kapal jenis KMP sesuai aturan harus dilakukan docking satu tahun sekali. Setelah itu, kapal tersebut juga melalui pemeriksaan Badan Klasifikasi Nasional (BKI) dan Marine Inspentor.
“Ada hal-hal tertentu yang bisa menjadi tambahan pemeriksaan apabila ada laporan dari nahkoda perlu pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.
Untuk diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam pada Rabu, 2 Juli 2025 menjelang tengah malam. Sesuai manifest, kapal tersebut membawa 53 penumpang dan 12 kru kapal. Hasil operasi SAR, ditemukan sebanyak 49 korban. Dengan rincian 30 korban selamat dan 19 korban meninggal dunia. Dari 19 korban selamat, sebanyak 15 diantaranya sudah berhasil diidentifikasi.
Advertisement