Larangan Operasi Sementara 15 Kapal Eks LCT di ASDP Ketapang Dampak Kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya
Sebanyak 15 kapal eks kapal landing craft tank (LCT) di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dilarang melakukan layanan untuk sementara. Larangan ini dikeluarkan pihak Syahbandar menyusul hasil pengecekan yang dilakukan Marine Inspector pada seluruh kapal tersebut. Kapal-kapal tersebut diminta melengkapi alat keselamatannya.
Akibat larangan ini, terjadi kemacetan parah di Pelabuhan Ketapang. Bahkan sopir truk sempat melakukan pemblokiran jalan keluar ASDP Ketapang. Sehingga kendaraan stuck dan memicu kemacetan total selama beberapa jam.
Kepala Kantor Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Capten Purgana mengatakan, pasca tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, KSOP pusat menurunkan Marine Inspector. Pengecekan terkonsentrasi pada kapal penyeberangan eks LCT yang berjumlah 15. Kapal-kapal tersebut kemudian diminta melengkapi alat keselamatannya.
"Tapi ternyata 15 kapal itu yang melayani di LCT terutama untuk mobil besar tronton dan sebagainya," jelasnya, Rabu, 16 Juki 2025.
Purgana mengakui kemacetan di Pelabuhan Ketapang adalah dampak dari 15 kapal yang ditunda keberangkatannya untuk melakukan layanan. Setelah adanya larangan atau penundaan itu, mulai Selasa, 15 Juli 2025 di dermaga LCM hanya dilayani dua kapal yakni Kapal Agung Samudera dan Samudera Perkasa.
"Tadi malam Kapal Agung Samudera kandas sehingga tinggal satu (yang melakukan layanan di dermaga LCM) dan ini sangat membahayakan bagi pelayaran," terangnya.
Dari hasil evaluasi kondisi di lapangan akhirnya diputuskan untuk menambah 5 kapal untuk membantu layanan penyeberangan di Dermaga LCM. Lima kapal ini sebelumnya masuk dalam 15 kapal yang dilarang melakukan layanan untuk sementara.
Kapal-kapal tersebut sudah dilakukan inspeksi ulang dan telah selesai pemeriksannya. Tentunya, kata Dia, telah memenuhi beberapa ketentuan dan kelengkapan berkaitan keselamatan dan keamanan pelayaran.
"Mudah-mudahan ini bisa mengurai." tegasnya.
Pantauan ngopibareng.id, hingga Rabu sore masih terjadi antrean kendaraan di dalam Pelabuhan Ketapang dan jalur arteri menuju pelabuhan Ketapang. Antrean kendaraan sudah lebih dari kawasan Watu Dodol atau sudah lebih dari 6 km.
Advertisement