Kisah Pramugari Gadungan Batik Air Berujung Haru, Nisa Dapat Pendidikan Gratis
Kisah Nisa, perempuan asal Palembang yang viral karena diduga menyamar sebagai pramugari Batik Air, kini memasuki babak baru. Di tengah sorotan publik dan kontroversi soal keamanan penerbangan, Nisa justru mendapat tawaran sekolah pramugari gratis dari Aeronef Indonesia.
Melalui pernyataan resminya, Aeronef Indonesia menyampaikan empati dan dukungan kepada Nisa. Pihaknya menilai kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari cerita baru yang lebih baik jika diarahkan dengan cara yang tepat.
“Mungkin Kak Nisa saat ini sedang bersedih, namun perlu diketahui bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari cerita baru yang lebih hebat,” dikutip di Instagram aeronefacademy Selasa 13 Januari 2026.
Ditawari Pendidikan Pramugari 100 Persen Gratis
Sebagai bentuk dukungan nyata, Aeronef Academy secara resmi mengundang Nisa untuk mengikuti pendidikan pramugari secara gratis 100 persen. Program ini mencakup pembelajaran dan sertifikasi resmi agar Nisa dapat mewujudkan mimpinya menjadi pramugari profesional secara legal.
“Kami percaya niat baik layak mendapatkan jalan yang tepat. Kami ingin membantu Kak Nisa mengenakan seragam pramugari yang sesungguhnya, dengan bekal ilmu dan sertifikasi resmi,” lanjut pernyataan tersebut.
Aeronef Academy juga mengimbau Nisa untuk menghubungi akun Instagram resmi @aeronefacademy.official melalui pesan langsung (DM) guna mendapatkan informasi lanjutan.
Alasan Aeronef Beri Sekolah Gratis
Pihak Aeronef Academy mengungkapkan alasan di balik keputusan tersebut. Menurut mereka, usaha dan perjuangan Nisa patut diapresiasi, meski dilakukan dengan cara yang keliru. Diketahui, Nisa menyamar sebagai pramugari karena rasa malu kepada orang tuanya dan keinginannya untuk membanggakan keluarga.
“Semangat dan niat baiknya sangat menyentuh. Yang perlu diperbaiki adalah jalannya,” demikian alasan Aeronef.
Kronologi Pramugari Gadungan di Pesawat Batik Air
Sebelumnya, publik dihebohkan dengan viralnya kasus pramugari gadungan di penerbangan Batik Air rute Palembang (PLM)–Jakarta (CGK). Seorang perempuan dilaporkan ikut dalam penerbangan dengan mengenakan seragam dan atribut pramugari lengkap, meski diduga bukan awak kabin aktif.
Berdasarkan informasi yang beredar, perempuan tersebut membeli tiket secara mandiri seperti penumpang biasa dan memiliki boarding pass resmi, sehingga dapat lolos proses boarding. Namun, keberadaannya menjadi sorotan karena tetap mengenakan seragam pramugari selama penerbangan.
Kasus ini pertama kali mencuat setelah diunggah akun media sosial ndymanoballl, yang mengingatkan publik agar waspada terhadap keberadaan pramugari palsu.
Terungkap Usai Interaksi dengan Kru Kabin
Keanehan mulai terungkap saat perempuan tersebut berinteraksi dengan kru kabin asli. Ketika ditanya mengenai tugas, prosedur keselamatan, dan standar operasional, jawaban yang disampaikan dinilai tidak sinkron dan tidak mencerminkan kompetensi seorang pramugari profesional.
Setelah pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta (CGK), petugas Aviation Security (Avsec) langsung melakukan pemeriksaan. Dalam proses interogasi, perempuan tersebut masih mengaku sebagai pramugari Batik Air dan sempat menunjukkan ID card, namun kartu tersebut diketahui sudah tidak berlaku.
Jadi Sorotan Keamanan Penerbangan
Hingga kini, kasus pramugari gadungan tersebut masih ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menilai insiden ini sebagai peringatan serius terkait pengawasan keamanan penerbangan, khususnya terhadap penyalahgunaan atribut awak pesawat.
Di sisi lain, tawaran pendidikan gratis dari Aeronef Academy dinilai sebagai langkah humanis, yang memberi kesempatan kedua sekaligus solusi nyata agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Advertisement