Kejurprov Pencak Silat Jatim, Prestasi Silat Daerah Semakin Merata
Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur 2026 memperebutkan Piala Bergilir Bambang Haryo Soekartono resmi berakhir, Kamis 21 Mei 2026. Tak hanya sukses penyelenggaraan, kegiatan ini juga sukses secara prestasi yang kian merata.
Tercatat, Surabaya tampil sebagai juara umum dengan perolehan tiga medali emas, enam perak dan tujuh perunggu. Diikuti Kabupaten Pasuruan di tempat kedua usai meraih tiga emas, serta Kota Malang di peringkat ketiga dengan koleksi dua emas, satu perak dan satu perunggu.
Walaupun demikian, prestasi pada gelaran ini semakin merata. Karena sebanyak 15 daerah dari 37 daerah yang ikut, meraih medali emas.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso memberikan apresiasi atas prestasi yang dihasilkan atlet-atlet dari daerah. Menurutnya, ini menjadi modal baik untuk perkembangan prestasi pencak silat Jatim ke depan.
"Akhirnya kita melahirkan para juara baru untuk Provinsi Jatim di hari ini," kata Cahyo.
Tidak hanya sekadar prestasi, ia mengatakan, melalui ajang ini penting pula atlet dapat mengasah otak, mengasah kemampuan, mengasah mental, serta bertanding mengedepankan sportifitas
Menurutnya, nilai-nilai yang ditunjukkan dalam pertandingan membentuk karakter kuat sebagai orang Indonesia yang berprestasi dengan penuh kejujuran.
"Olah rasa, olah pikiran, olah jiwa, agar kita betul-betul menjadi generasi muda yang tidak hanya kuat raganya, tetapi memiliki karakter kepribadian kebudayaan yang asli dilahirkan oleh atlet-atlet pencak silat atau pelatih-pelatih pencak silat," tuturnya.
Dari hasil ini, putra Bambang Haryo itu berharap prestasi yang muncul dari ajang ini terus dibina lebih intens. Sehingga bisa membuat prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Ia pun menegaskan, DPRD Jatim akan memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan olahraga di Jatim melalui upaya penambahan postur anggaran agar prestasi meningkat.
"Bagaimana kemudian tentang budaya hidup sehat melalui olahraga ini bisa terus digaungkan. Tidak hanya budaya hidup sehat, tetapi kami harap peningkatan dunia olahraga ini juga berkorelasi dengan peningkatan prestasi kita," pungkasnya.
Sementara itu, Nur Azmi Rifai selaku Pelatih Kepala Pencak Silat Surabaya mengaku cukup bangga dengan hasil tersebut kendati secara target tidak terpenuhi.
"Bersyukur ya kita masih diberikan juara umum. Walaupun target kita meleset ya, ada yang gagal, meleset, tak memenuhi target mencapai emas. Tapi dengan semifinal 16, masuk final sembilan, itu capaian yang sangat luar biasa," kata Rifai.
Karena itu, pasca ajang ini dirinya akan melakukan evaluasi terutama di nomor-nomor yang lepas agar ke depan bisa meraih prestasi lebih banyak lagi.
Advertisement