SMA Unggul Garuda Dibangun di 4 Provinsi, Anggaran Rp200 Miliar per Sekolah Rampung Juni 2026
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemdikti Saintek) tengah merampungkan pembangunan SMA Unggul Garuda Baru di empat provinsi. Proyek strategis ini ditargetkan selesai dan siap digunakan pada Juni 2026.
Empat lokasi tersebut berada di Kabupaten Belitung Timur (Kepulauan Bangka Belitung), Konawe (Sulawesi Tenggara), Bulungan (Kalimantan Utara), serta Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur). Pemerintah ingin pemerataan akses pendidikan berkualitas tak lagi terpusat di Pulau Jawa.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemdikti Saintek, Ardi Findyartini, menjelaskan bahwa anggaran pembangunan satu SMA Unggul Garuda Baru berkisar Rp200 miliar. Angka tersebut khusus untuk pembangunan fisik sekolah.
Menurutnya, biaya bisa berbeda di setiap daerah karena faktor demografi, geografis, hingga kebutuhan infrastruktur dasar. Namun rata-rata alokasi tetap berada di kisaran Rp200 miliar per sekolah.
Dana tersebut belum termasuk biaya operasional seperti gaji guru, tenaga kependidikan, serta pengembangan fasilitas pembelajaran. Untuk menjamin keberlanjutan program, pemerintah juga menyiapkan skema Dana Abadi yang telah diperhitungkan hingga 2029 dan seterusnya.
Fokus pada 1 Persen Talenta Terbaik
SMA Unggul Garuda dirancang sebagai ruang tumbuh bagi siswa dengan kecerdasan dan potensi di atas rata-rata. Program ini menyasar sekitar satu persen pelajar berbakat di Indonesia yang selama ini kerap terlewat karena keterbatasan akses dan pembiayaan.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdikti Saintek, Ahmad Najib Burhani, menegaskan sekolah ini memang diperuntukkan bagi gifted dan talented students yang jumlahnya tidak banyak, tetapi membutuhkan dukungan khusus agar potensinya berkembang maksimal.
Proses seleksi peserta didik dilakukan secara transparan dan akuntabel melalui skema PPDB khusus. Selain itu, kualitas pendidik juga menjadi perhatian utama agar sesuai dengan karakter siswa yang direkrut.
Terhubung dengan Beasiswa Garuda ke Luar Negeri
Lulusan SMA Unggul Garuda akan diarahkan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia melalui Program Beasiswa Garuda. Skema beasiswa kini lebih inklusif. Seleksi tidak lagi hanya berbasis Letter of Acceptance (LoA), tetapi juga dapat menggunakan nilai rapor semester 1 hingga 5 sesuai jurusan yang tersedia.
Program ini memberi kesempatan baik bagi siswa dari Sekolah Garuda maupun sekolah umum untuk bersaing mendapatkan beasiswa sarjana di luar negeri.
Dengan target rampung Juni 2026, pemerintah berharap sekolah ini menjadi model pendidikan berbasis talenta yang berkelanjutan. Bukan sekadar membangun gedung baru, tetapi membangun ekosistem pembinaan generasi unggul yang tersebar merata di seluruh Indonesia.
Advertisement