Demo Indonesia Gelap di Surabaya Senin Lalu, 2 Mahasiswa Sempat Diciduk Polisi
Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur, Thaariq Aulia Akbar mengkoreksi bahwa sebanyak dua mahasiswa sempat ditangkap oleh pihak kepolisian saat demonstrasi 'Indonesia Gelap' di DPRD Jatim.
Sebelumnya, Atta sapaan akrabnya sempat menyebut bahwa pihak kepolisian menangkap lima mahasiswa pada aksi unjuk rasa di Indrapura, Senin 17 Februari 2025.
"Iya benar, informasi terakhir sudah dikeluarkan, ada dua mahasiswa yang sebelumnya diambil (pihak polisi). Dari Unesa (Universitas Negeri Surabaya) dan Uinsa (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel)," ucap Atta saat dihubungi Ngopibareng.id, Selasa 18 Februari 2025.
Presiden BEM Unair ini juga menyatakan bahwa tidak ada mahasiswa Unair yang ditangkap kepolisian pada saat aksi unjuk rasa menjadi ricuh akibat Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf tidak mengakomodir keinginan ribuan massa aksi. "Untuk massa aksi dari Unair, aman semua ternyata," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, massa aksi mahasiswa sempat bertahan di DPRD Jatim setelah menduga lima mahasiswa yang tergabung dalam massa aksi, ditangkap pihak kepolisian.
Atta saat itu mengatakan bahwa sebanyak lima mahasiswa ditangkap pihak kepolisian dan dibawa masuk ke dalam Gedung DPRD Jatim.
"Dari Uinsa satu, total ada sekitar lima (mahasiswa), kami melihat sendiri bahwasannya teman-teman kami lima orang itu dibawa sama anggota ke dalam," ucapnya kepada awak media seusai aksi unjuk rasa berakhir.
Atta juga mengatakan, pihaknya bersama para pimpinan BEM lainnya yang ikut serta dalam aksi tersebut, sempat bernegosiasi dengan aparat kepolisian. Namun, pihak berwajib justru bungkam dan tidak mengindahkan permintaan mereka.
"Kami bernegosiasi baik-baik dengan polisi tidak mau memberikan bahkan terkesan mereka tidak mau mendengarkan kita. Sampai sekarang kita masih bertahan di sini demi kawan-kawan kita yang diambil tadi," tuturnya.
Sementara itu, Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Wibowo saat itu membantah bahwa pihaknya telah melakukan tindakan pengamanan terhadap massa aksi pada aksi unjuk rasa tersebut.
"Enggak ada, saya tegaskan lagi tidak ada yang diamankan. Semuanya yang dari mahasiswa boleh dikonfirmasi ,apa yang tadi disampaikan isu-isu yang mungkin menurut mereka diamankan dan sebagainya, saya pastikan enggak ada," ucap Wibowo.
Advertisement