GP Ansor Tuban Minta Pemerintah Tinjau Ulang Rencana Kehadiran Outlet Penjualan Minuman Beralkohol
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tuban, Abdul Muiz, menyampaikan sikap kehati-hatian terkait rencana pendirian Outlet 23 HWG di wilayah Kabupaten Tuban.
Ia menegaskan langkah tersebut perlu dikaji ulang secara mendalam dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Tidak setuju. Harap pemerintah tinjau ulang dengan melibatkan berbagai elemen dan unsur masyarakat karena probabilitas madharatnya lebih tinggi daripada manfaat yang ditimbulkan,” ujar Gus Muiz, Kamis 29 Januari 2026.
Menurutnya, PC GP Ansor Tuban tidak bermaksud bersikap reaktif ataupun apriori terhadap kebijakan pemerintah.
Namun, setiap kebijakan publik harus diletakkan dalam kerangka kemaslahatan masyarakat luas. Terlebih, Tuban dikenal sebagai daerah dengan karakter religius, kultural, dan sosial yang kuat.
Gus Muiz menjelaskan, penjualan minuman beralkohol memiliki potensi dampak sosial yang tidak sederhana.
Ia menilai, jika tidak dikaji secara komprehensif, kebijakan semacam ini dapat memicu persoalan baru di tengah masyarakat. Mulai dari gangguan ketertiban, masalah kesehatan, hingga degradasi nilai-nilai sosial.
“Dalam banyak pengalaman sosial, kita melihat bahwa dampak negatif miras sering kali lebih dominan dari pada manfaat ekonominya. Karena itu, kehati-hatian menjadi sangat penting agar kebijakan yang diambil tidak justru menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” jelas Gus Muiz.
Ia menekankan pentingnya mendengar aspirasi masyarakat akar rumput, tokoh agama, tokoh pemuda, dan unsur sosial lainnya sebelum keputusan strategis diambil.
Menurut Gus Muiz, partisipasi publik bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari etika pemerintahan yang bertanggung jawab.
“Melibatkan elemen masyarakat bukan berarti menghambat pembangunan. Tetapi, justru memastikan bahwa arah pembangunan tetap sejalan dengan nilai, budaya, dan kebutuhan riil masyarakat Tuban,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap pemkab membuka ruang dialog dan kajian bersama secara terbuka, . Baik dari aspek sosial, budaya, keagamaan, maupun regulasi yang berlaku.
Ia menilai pendekatan ini akan menghasilkan kebijakan yang lebih bijaksana dan dapat diterima oleh semua pihak.
“Ansor Tuban pada prinsipnya siap berdiskusi dan memberi masukan secara konstruktif. Kami ingin kebijakan yang lahir benar-benar membawa kemaslahatan, menjaga ketertiban sosial, serta selaras dengan karakter masyarakat Tuban,” imbuhnya.
PC GP Ansor Tuban menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga harmoni sosial dan mengawal kebijakan publik agar tetap berpijak pada nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan kemaslahatan bersama.
Diberitakan sebelumnya Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Tuban, Jawa Timur dengan tegas menolak rencana berdiri dan beroperasinya outlet penjualan minuman beralkohol 23 HWG di Tuban.
Penolakan tersebut disampaikan secara resmi oleh PD Muhammadiyah Tuban melalui surat pernyataan sikap yang ditujukan kepada Bupati Tuban.
Advertisement