Film “Lift” Drama Psikologis Lewat Ruang Sempit
Sebuah film drama hadir kembali di bioskop tanah air. Film berjudul Lift adalah salah satu judul paling segar di awal 2026.
Bukan karena adegan aksi atau visual megah, akan tetapi keberanian karena menjadikan ruang sempit yaitu liftsebagai metafora sosial yang kuat. Drama psikologis produksi Trois Films ini berkisah tentang kontrol, tekanan, dan posisi manusia dalam “sistem” yang sering tak terlihat namun terasa membelenggu.
Menurut Executive Producer Lok S. Iman, film Lift sejak awal dirancang untuk menjadi karya yang berbeda. “Kita dari awal memang mau membuat suatu karya yang berbeda dengan yang sudah-sudah. Ini adalah debut pertama Randy, tapi saya percaya Lift akan memberikan nuansa baru di perfilman Indonesia,” ujarnya dalam Press Conference di Djakarta Theater XXI 13 Februari 2026 lalu.
Sebagai rumah produksi baru, Trois Films memang terkesan tidak memilih jalan aman. Namun ia menilai ruang untuk eksperimen harus selalu ada jika industri ingin terus berkembang. “Kami juga butuh support supaya film yang berbeda seperti ini bisa terus hidup,” tambahnya.
Hal senada juga datang dari Ario Sagantoro. Technical Advisor/Producer yang pernah terlibat dalam film laga The Raid, melihat Lift sebagai langkah nekat yang patut diapresiasi. “Ini film yang berani, sangat berani sebagai PH baru. Anti-mainstream. Kalau salah eksekusi bisa blunder. Tapi kalau berhasil, film kita jadi nggak senada terus,”ungkapnya. Ario mengatakan bahwa tugasnya bukan mengubah Lift menjadi film aksi, melainkan memastikan naskah yang sudah kuat dieksekusi dengan tepat.
Randy Chans menjadi sutradara dalam film debut ini. Siapa sangka perjalanan Randy memegang kursi sutradara dimulai secara tidak terduga. Pada awalnya Randy hanya terlibat sebagai produser, namun harus mengambil alih setelah sutradara sebelumnya mengalami kecelakaan. “Ini beban banget buat aku. Apalagi Mas Toro ikut andil di sini, pasti ada perbandingan,” ungkapnya.
Namun Randy tidak mengikuti formula aman, dirinya justru memilih pendekatan dramatik yang subti yaitu mengandalkan detail, tensi psikologis, dan permainan ekspresi. “Aku suka film yang setelah ditonton itu rasanya masih ada yang nyisa. Jadi goal utamaku, penonton keluar bioskop membawa perasaan tertentu,” kata Randy. Selain itu menyoroti pentingnya micro-expression dalam membangun ketegangan, terutama dari dua pemeran utama yaitu Hansen (Verdi Solaiman) dan Doris (Shareefa Daanish). “Doris di dalam lift itu nggak banyak bicara, tapi tatapannya yang berbicara,” jelasnya.
Metafora Ruang Sempit yang Relevan Hari Ini
Lift tidak sekadar memindahkan drama ke ruang kecil. Film ini menggambarkan bagaimana tekanan sosial bekerja: diam-diam, bertahap, dan sering membuat individu merasa terjebak tanpa pilihan. Eskalasi cerita dibangun perlahan, membuat penonton menyaksikan bagaimana karakter-karakter di dalam lift merefleksikan dinamika masyarakat. Keberanian Lift untuk menyuarakan kritik sosial melalui ruang minimalis justru membuatnya terasa relevan. Di tengah masyarakat yang semakin cepat dan penuh tekanan, film ini menjadi cermin yang menggugah. Dengan pendekatan artistik yang berani dan cerita yang memicu refleksi, Lift menjadi salah satu film lokal yang layak ditunggu.
Film Lift bercerita pada tragedi yang menewaskan Gabriel, Direktur Utama PT Jamsa Land. Kecelakaan maut itu sempat menggemparkan publik, namun perlahan. Dalam film ini Hansen (Verdi Solaiman), direktur pengganti Gabriel, tiba-tiba menghilang secara misterius. Namun saat yang sama, Linda (Ismi Melinda), staf humas perusahaan, terjebak di dalam lift yang mendadak berhenti. Lift itu tidak bergerak dan tidak bisa dibuka. Linda tidak sendirian.
Dalam lift ia bersamanya ada Anton (Max Metino), mantan jurnalis yang kemudian menjadi podcaster. Kisah kemudian menjadi mencekam saat sebuah suara misterius terdengar melalui interkom. Suara tersebut mendikte pergerakan mereka dan mengancam akan membongkar keterlibatan Linda dan Anton dalam menutupi insiden lift enam tahun lalu. Ruang sempit, waktu yang terus berjalan, dan tekanan psikologis membuat Film LIFT terasa intens dan penuh emosi. Rencananya Lift akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 26 Februari 2026.
Penulis: Nurul Huda