“Surat untuk Masa Mudaku” Kisah Emosional yang Tayang di Netflix
Satu lagi film tayang di Netflix berjudul “Surat untuk Masa Mudaku”. Film ini digadang-gadang menjadi salah satu tontonan penuh emosi. Mengangkat kisah persahabatan, kenakalan remaja, dan perjalanan hidup di sebuah panti asuhan tayang pada 29 januari 2026.
Sang sutradara, Sim F bekerja bersama para aktor muda yang mengisi jajaran pemeran utama. Film orisinal terbaru Netflix ini menampilkan gaya penyutradaraan yang kuat dalam membangun nuansa nostalgia dan kedekatan emosional antar tokohnya.
Menurut Sim F para pemeran muda justru menjadi daya tarik tersendiri selama proses syuting. Deretan aktor seperti Millo Taslim, Cleo Haura, Halim Latuconsina, Aqila Faherby, Diandra Salsabila Lubis, hingga Jordan Omar telah menunjukkan potensi besar. “Menariknya, mereka itu berbakat. Tidak terlalu sulit mengajak mereka berdiskusi maupun menjalin pendekatan,” ujarnya.
Proses syuting berlangsung selama 28 hari. Jawa Barat menjadi lokasi dalam proses pembuatan film yang bersetting panti asuhan ini. Meski sebagian besar aktor cilik belum memiliki banyak pengalaman film, Sim F menilai suasana kerja tetap seru dan penuh antusias.
Untungnya rumah produksi Buddy-Buddy Pictures menerapkan aturan kerja yang ramah anak sehingga keseimbangan antara waktu belajar dan bekerja dapat berjalan beriringan. Pihak produser menghadirkan guru khusus di lokasi syuting.
Sementara itu produser film, Wilza Lubis, mengungkapkan bahwa ide pembuatan film ini bermula dari unggahan Sim F tentang pengalaman masa kecilnya di media sosial. Cerita tersebut kemudian berjalan menjadi proses naskah yang dilakukan oleh Daud Sumolang. Hasilnya langsung mendapat sambutan positif dari Netflix karena dinilai relevan dengan pengalaman banyak orang. Meskipun terinspirasi dari kehidupan pribadi sang sutradara, Wilza menegaskan bahwa film ini bukan biopik. “Sim memang pernah tinggal di panti asuhan saat berusia 12 tahun, tetapi film ini tetap karya fiksi,” katanya.
“Surat untuk Masa Mudaku” mengisahkan perjalanan tokoh Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim saat kecil dan Fendy Chow saat dewasa. Berlatarkan panti asuhan Pelita Kasih, film ini menyoroti kisah persahabatan Kefas dengan anak-anak panti lainnya yang tumbuh bersama dalam dinamika kehidupan yang penuh konflik, tawa, dan nilai moral. Film ini juga diperkuat oleh aktor senior seperti Agus Wibowo (sebagai Simon Ferdinan) dan Verdi Solaiman (sebagai Gabriel), yang turut memberikan warna lebih matang pada jalannya cerita.
Dengan kisah yang dekat dengan realitas kehidupan anak panti asuhan, film ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan semangat bagi penonton, terutama mereka yang pernah mengalami situasi serupa. Sim F dan seluruh tim produksi meyakini bahwa film ini akan menjadi tontonan yang menyentuh hati banyak kalangan.“Surat untuk Masa Mudaku” akan tayang mulai 29 Januari 2026 hanya di Netflix.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement