Film Animasi “Garuda di Dadaku” Hadirkan Penyegaran Cerita dari Versi Live-Action
Interpretasi baru verss animasi film Garuda di Dadaku menjadi lebih imajinatif, penuh nilai keluarga, dan sarat pesan berani bermimpi Film animasi karya sutradara Ronny Gani resmi meluncur ke publik dan membawa napas baru dari versi live-action sebelumnya.
Menurut para pembuat film bahwa adaptasi animasi ini tidak sekadar menyalin cerita terdahulu, namun membangun ulang semangat dan karakter yang sudah ada untuk memberikan pengalaman baru untuk penonton. Sebagai interpretasi baru dari IP ikonis Tanah Air, film ini tetap mempertahankan identitasnya sebagai cerita tentang sepak bola. Selain itu juga memperkuat karakter, sportivitas, kerja sama, dan mental juara.
Menurut Shanty Harmayn, produser film ini keputusan membuat “Garuda di Dadaku” dalam format animasi membuka ruang kreativitas yang jauh lebih luas. “Kita waktu itu decide untuk bikin film animasi kita yang pertama dengan IP Garuda di Dadaku. Kita mesti mikir dulu bagaimana menata cerita yang pas untuk animasi. Waktu kita menentukan ide awal ceritanya kita harus melakukan sesuatu di animasi yang kita tidak bisa lakukan di live-action,” kata Shanty. Dari pemikiran tersebut akhirnya membawa film ini ke arah yang lebih eksploratif utamanya dari segi visual.
Sementara sutradara Ronny Gani menegaskan bahwa racikan versi animasi ini akan menjadi tontonan keluarga yang lebih imajinatif. Menurutnya, medium animasi memberi peluang untuk memperluas dunia cerita tanpa batas. “Kalau kita mau animasi, itu harus lebih dari live action dalam artian imajinasinya. Di film ini kita dapat berkomedi secara visual, “ tutur Ronny. Selain itu, menambah dia proses kreatif berlangsung lebih dari tiga tahun. Salah satunya adalah fokus kuat pada pesan utama film yaitu mengajak anak-anak berani bermimpi sebesar mungkin.
Ronny juga memberikan penekanan khusus mengenai pesan moral film tersebut. Menurutnya film ini ingin hadir bukan hanya sebagai hiburan, namun juga pengingat bagi generasi muda agar tidak takut bermimpi besar. “Bagaimana kita ingin menyuarakan berani bermimpi kepada adik-adik, kepada anak-anak, kepada generasi yang mendatang. Hal itu merupakan sesuatu yang sangat penting dan personal juga buat saya. Kita ingin anak-anak itu berani bermimpi bahkan sebesar-besarnya, jangan ada batasan. Munculkan dulu saja mimpinya mau apapun bidangnya,” ujar Ronny.
Film yang diproduksi BASE Entertainment dan KAWI Animation ini juga meluncurkan trailer resmi yang memperlihatkan dunia cerita lebih lengkap. Ceritanya tetap berpusat pada Putra (Keanu Azka), seorang anak dengan mimpi menjadi pesepak bola terbaik di Indonesia. Di titik ia mulai kehilangan keyakinan, muncul sosok Gaga (Kristo Immanuel), garuda kecil magis yang membantu membangkitkan kembali semangat Putra. Trailer tersebut menekankan bahwa perjalanan Putra tak hanya terjadi karena ambisinya sendiri, melainkan karena dukungan orang-orang yang percaya padanya seperti Naya (Quinn Salman), teman-temannya, hingga tim yang berjalan bersamanya.
“Garuda di Dadaku” versi animasi juga menghadirkan jajaran pengisi suara yang kuat, mulai dari Kristo Immanuel, Keanu Azka, Quinn Salman, hingga Rizky Ridho, Sal Priadi, Oki Rengga, Zee Asadel, Revalina S Temat, Ringgo Agus Rahman, Ibnu Jamil, Emir Mahira, dan Bima Sena. Kehadiran mereka menambah kedalaman karakter melalui interpretasi suara yang lebih ekspresif sesuai gaya animasi. Film animasi “Garuda di Dadaku” rencananya akan tayang di bioskop Indonesia mulai 11 Juni 2026.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement