Laura Basuki, Penghargaan dan Konsisten Pilih Film
Salah satu artis Indonesia, Laura Basuki kembali mencuri perhatian dunia. Namanya berhasil menorehkan penghargaan dalam Riviera International Film Festival (RIFF) di Italia melalui perannya dalam film Yohanna. Raihan Laura Basuki ini menambah panjang daftar pencapaian artis ini dalam kancah film internasional. Selain itu juga mempertegas kehadirannya sebagai salah satu aktris Indonesia paling berpengaruh saat ini.
Aktris berusia 36 tahun itu menyebut, kemenangannya adalah kejutan yang menyenangkan. Namun hal itu tidak mengubah prinsipnya dalam memilih proyek. Laura menjelaskan dirinya tidak menjadi lebih selektif hanya karena pernah meraih penghargaan. “Sebenarnya kalau selektif tidak ya. Namun lebih memilih film-film yang memang begitu baca skenarionya aku tergugah dan inging mengerjakannya,” tambahnya.
Laura tetap memilih untuk tetap fokus pada proses, bukan hasil. “ Tidak ada beban sama sekali. Kayak setiap kali memerankan sebuah film tidak kepikiran kayak apresiasi atau penghargaan. Namun bagiku pas dapat penghargaan ya senangnya luar biasa,” jelasnya. Selain itu, tambah Laura kebahagiaan terbesar justru hadir dari kesempatan bertemu banyak orang baru dan mengeksplorasi karakter unik. “Aku tidak pernah mempunyai target ke depannya bahwa tiap film aku harus ada penghargaan. Tidak sama sekali. Yang penting aku bekerja dalam setiap project yang aku suka,” ujarnya.
Selain itu, bagi Laura proses kreatif jauh lebih berarti daripada deretan trofi. “Tidak menyangka sih sebenarnya. Kayak tiap ambil film kan biasanya ya saya kerjakan saja. Saya berusaha berusaha semaksimal mungkin, tapi ternyata dapat apresiasi di Italia ya patut mensyukurinya,” ujar Laura di Jakarta belum lama ini.
Penghargaan yang diraih Laura tidak hanya mendapatkan sambutan publik. Bagi sutradara film Yohanna, Robby Ertanto pilihan terhadap Laura adalah yang paling tepat. Dengan waktu syuting yang sangat singkat, yakni hanya 10 hari, Robby menyebut Laura sebagai satu-satunya pilihan tepat untuk memerankan karakter dengan dinamika emosi yang kompleks.
“Kita butuh aktor yang benar-benar berkualitas karena syuting kita cuma 10 hari kan. Nah, setelah kita lihat, cuma diwakilin sama Laura Basuki yang bisa mainin semua karakter up and down-nya Yohanna ini. Kredibilitas dan kemampuan Mbak Laura yang membuat kita yakin,” ujar Robby.
Film Yohanna sendiri mengangkat kisah seorang biarawati di Sumba yang menghadapi realitas sosial keras saat menjalankan misi kemanusiaan. Cerita ini mengikuti perjuangannya setelah truk berisi bantuan dicuri, sebuah situasi yang memaksanya berhadapan dengan ketidakadilan sekaligus mempertanyakan nilai-nilai kemanusiaan.
Meskipun membawa latar religius Katolik, Laura menilai bahwa pesan moral film ini bersifat universal dan dapat dipahami oleh siapa saja. Sebelum tayang di Indonesia pada 9 April 2026, Yohanna sudah lebih dulu berkeliling ke berbagai festival film internasional, mulai dari Rotterdam hingga Italia, memperkuat eksposurnya di panggung global.
Karier Panjang dan Prestasi yang Konsisten
Laura Basuki bukanlah nama baru dalam industri perfilman Indonesia. Memulai karier sebagai model video klip Nidji pada 2006, ia kemudian debut akting melalui film Gara-Gara Bola (2008) yang langsung mengantarkannya pada gelar Aktris Pendatang Baru Terbaik di Indonesian Movie Awards 2009. Sepanjang kariernya, Laura telah meraih berbagai penghargaan prestisius—termasuk Silver Bear di Festival Film Internasional Berlin 2022 untuk film Before, Now & Then, serta dua kali memenangkan Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik pada 2010 dan 2020. Total, ia telah mengantongi tujuh nominasi Piala Citra sepanjang kariernya.
Di balik gemerlap pencapaiannya, Laura menjalani kehidupan pribadi yang tenang. Ia menikah dengan Leo Satrya Sandjaja pada 2011 dan dikaruniai seorang putra bernama Owen pada 2016. Dengan pencapaian internasional dan kredibilitas akting yang terus diakui, Laura Basuki membuktikan bahwa dirinya bukan hanya aktris berbakat, tetapi juga sosok yang bekerja dengan hati. Prestasi di Italia hanyalah salah satu batu loncatan dalam perjalanan panjang yang terus ia jalani dengan penuh dedikasi.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement