Cara Efektif Tetap Bertenaga ketika Puasa
Dalam menjalankan ibadah puasa sering tubuh menjadi tidak bugar. Lapar, haus, serta menjaga aktivitas tetap normal sepanjang hari menjadi bagian dari ujian saat menjalankan puasa. Namun, rasa lemas yang muncul saat berpuasa sebenarnya bukan sekadar akibat tidak makan dan minum ada banyak faktor lain yang berperan.
Beberapa faktor tersebut antara lain adalah ritme sirkadian, metabolisme energi, kualitas tidur, hingga pilihan menu. Dengan memahami bagaimana tubuh bekerja selama puasa, Anda akan dapat menemukan strategi yang tepat untuk tetap berenergi tanpa mengurangi kualitas ibadah.
Sering ada pertanyaan mengapa tubuh menjadi lemas ketika berpuasa. Para ahli berpendapat hal tersebut karena ketika puasa tubuh masuk ke fase penyesuaian metabolik. Saat asupan glukosa berhenti, tubuh berpindah menggunakan cadangan energi lain seperti glikogen dan lemak. Proses adaptasi ini membutuhkan waktu, sehingga beberapa orang merasa lebih cepat lelah, terutama pada minggu pertama Ramadan.
Selain itu juga karena perubahan jam makan dan tidur. Hal ini kemudian dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur energi, suhu tubuh, dan hormon. Jika ritme ini tidak stabil, tubuh lebih rentan mengalami penurunan stamina, sulit fokus, dan mudah mengantuk. Hal inilah yang sering luput dari pikiran karena rasa lemas bukan hanya soal kurang makan, tetapi juga karena ketidakseimbangan adaptasi biologis tubuh.
Puasa Justru Bisa Membuat Tubuh Lebih Kuat
Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki fungsi sel, dan menstabilkan tekanan darah. Namun manfaat tersebut baru dirasakan jika pola hidup mendukung, terutama pada sahur, berbuka, dan kualitas istirahat. Karena itu, penting memahami pola pemulihan energi tubuh, bukan sekadar memperbanyak makanan saat berbuka. Melansir laman upk.kemenkes.go.id ada beberapa tips agar tetap sehat dan kuat selama berpuasa:
Pertama adalah memilih makanan yang tepat sat sahur. Sahur adalah kunci agar tetap bertenaga sepanjang hari. Pilih makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum, yang dapat melepaskan energi secara perlahan. Tambahkan protein dari telur, ikan, atau daging tanpa lemak, serta serat dari sayur dan buah agar tubuh kenyang lebih lama. Kemudian kedua minum air yang cukup. Dengan mengonsumsi air yang cukup maka akan mengurangi dehidrasi yang dapat menyebabkan tubuh lemas saat berpuasa. Pastikan mengonsumsi air putih minimal 8 gelas per hari dengan metode 2-4-2 (dua gelas saat sahur, empat gelas saat berbuka, dan dua gelas sebelum tidur). Hindari minuman berkafein dan bersoda karena dapat meningkatkan rasa haus.
Selanjutnya yang ketiga adalah menghindari makanan berminyak dan manis secara berlebihan. Makanan berminyak dan tinggi gula bisa membuat energi cepat turun dan menyebabkan rasa kantuk. Sebaiknya konsumsi makanan yang lebih sehat seperti buah segar dan kacang-kacangan yang memberikan energi lebih stabil. Selanjutnya yang keempat adalah tetap melakukan aktifitas olahraga yang ringan. Meskipun berpuasa, tetap bergerak agar tubuh tidak mudah lemas. Pilih olahraga ringan seperti jalan santai, yoga, atau stretching yang dilakukan setelah berbuka atau sebelum sahur.
Kelima yang tidak kalah penting adalah menjaga pola tidur yang cukup. Kurang tidur bisa menyebabkan tubuh mudah lelah saat puasa. Pastikan tidur cukup dengan mengatur waktu istirahat yang baik, misalnya tidur lebih awal atau menyempatkan tidur siang sebentar. Terakhir keenam adalah bijak saat berbuka. Untuk itu sebaiknya awali dengan air putih dan kurma untuk mengembalikan energi secara perlahan. Hindari makan berlebihan agar pencernaan tidak terbebani dan tubuh tetap nyaman.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement