Bupati Jember Minta Kepala Sekolah Perbaiki Data Pokok Pendidikan
Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kabupaten Jember yang berada di pangkalan data Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah hingga saat ini belum valid. Masih banyak data yang dengan sengaja dipalsukan untuk kepentingan akreditasi. Persoalan data tersebut menyebabkan Pemkab Jember tidak banyak mendapatkan dana bantuan pendidikan dari pemerintah pusat.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan dirinya sempat kaget saat menyampaikan kondisi infrastruktur pendidikan di Jember di hadapan kemendikdasmen beberapa bulan lalu. Saat itu, Gus Fawait menyampaikan data bahwa ada 1.500 bangunan sekolah rusak berat.
“Jumlah sekolah di Jember yang baik yang rusak ringan dan berat. Ternyata angka sangat mengagetkan, hampir ada 1.500 lebih yang rusak berat. Sisanya yang mengalami rusak ringan juga tidak jauh berbeda,” katanya, Senin, 30 Juni 2025.
Namun, dari pihak Kemendikdasmen menyatakan data kerusakan bangunan sekolah mulai SD hingga SMP di Jember itu tidak tercatat dalam Dapodik. Sejak saat itu Gus Fawait mulai mengetahui bahwa Dapodik Kabupaten Jember selama ini belum valid.
Gus Fawait menemukan tindakan pemalsuan data. Ada sekolah yang melaporkan bahwa di sekolah tersebut memiliki laboratorium dan perpustakaan. Padahal kenyataannya, sekolah-sekolah tersebut tidak memiliki bangunan tersebut. Pihak sekolah dengan sengaja menyewa komputer dan membuat perpustakaan fiktif demi kepentingan akreditasi.
“Ada sekolah yang tidak memiliki perpustakaan dan lab komputer, tetapi dilaporkan ada di Dapodik. Ini namanya macak kaya padahal tidak, demi kepentingan akreditasi,” tambahnya.
Persoalan data tersebut menyebabkan Jember hanya mendapatkan alokasi anggaran pembangunan sekolah dengan nominal sedikit dari pemerintah pusat. Gus Fawait menyebut selama ini Jember hanya mendapatkan bantuan dari pusat sebesar Rp5 miliar. Padahal kabupaten lain yang berani jujur tentang kondisi yang sebenarnya bisa mendatangkan dana dari pusat hingga Rp100 miliar.
Atas persoalan tersebut, Gus Fawait meminta Kepala Dinas Pendidikan Jember, Hadi Mulyono segera berkoordinasi dengan seluruh Kepala SD dan SMP Negeri di Jember. Gus Fawait juga meminta diagendakan bertemu dengan seluruh kepala sekolah pada akhir Juli 2025.
Lebih jauh Gus Fawait mengatakan, perbaikan data dapodik harus dilakukan segera mungkin. Sebab, jika hanya mengandalkan kemampuan APBD Jember dipastikan tidak akan mampu memperbaiki infrastruktur yang rusak.
Kendati demikian, Gus Fawait tetap berkomitmen memanfaatkan anggaran hasil efisiensi untuk memperbaiki sekolah rusak pada tahun 2025.
“Kalau hanya mengandalkan APBD Jember mau berapa puluh tahun menyelesaikan sekolah rusak. Baru selesai 1.500 sisanya juga rusak akhirnya. Solusinya harus bisa membawa anggaran pusat ke Jember,” pungkasnya.
Advertisement