Beredar Kronologi Bentrok Bonek di Jember
Jember: Lawatan laga away Persebaya Surabaya Vs Persigo Semeru FC dalam lanjutan putaran dua babak 16 besar, grup C Liga 2, diwarnai bentrokan antar suporter dengan massa yang diduga berasal dari salah satu perguruan silat.
Berikut informasi yang Ngopibareng.id terima, Rabu, 4 Oktober 2017:
Mohon ijin dilaporkan perkembangan situasi terkait adanya informasi bahwa Polsek Ambulu Polres Jember dikepung oleh massa PSHT. Dilaporkan kejadian tsb adalah sbb :
A. Pada hari Rabu tgl. 04 Oktober 2017 sekitar jam 10.30 wib bertempat di portal pintu masuk jalan menuju Papuma ds. Sumberjo Kec. Ambulu telah terjadi pengerusakan thd mobil wisata jettbuss warna putih yang dikendarai oleh Sopir an. Adzkiya.
Kronologis :
1. Pkl. 07.00 wib mobil wisata jettbuss nopol : L 7886 A dengan jumlah penumpang sebanyak 18 orang datang kewisata Pantai Papuma dengan maksud utk berwisata.
2. Pkl. 10.00 wib mobil wisata jettbuss bersama 18 orang penumpang keluar dari pantai Papuma dengan maksud mau pulang ke Sidoarjo.
3. Pkl. 10.30 Wib mobil wisata sampai di portal pintu jalan Papuma mobil tsb dihadang oleh sekelompok orang yg kemudian bertanya kpd sopir "darimana" yg kemudian dijawab oleh sopir "sy dari surabaya, bukan bonek dan tujuan saya hny utk berwisata" berhubung sekelompok orang tsb semakin banyak dan melempari kaca mobil dan memukul tangan sopir dengan menggunakan kayu sebanyak 1 kali kemudian sopir melarikan mobilnya kearah Polsek Ambulu utk menyelamatkan diri.
4. Pkl. 11.00 wib mobil tiba di mapolsek ambulu dan diamankan oleh anggota Polsek Ambulu.
B. Sekira pkl. 12.30 Wib Warga PSHT Ambulu Kab. Jember mendatangi Mapolsek dengan tujuan ingin mengklarifikasi peristiwa tersebut. Selanjutnya Kapolres Jember bersama anggota memberikan pemahaman kepada Warga PSHT dan Warga menerima.
Selanjutnya Kapolres Jember bersama anggota melakukan giat evakuasi thdp 17 orang suporter bonek yg sedang liburan di pantai papuma kec. Wuluhan dmana ke 17 orang suporter tsb ke papuma dgn mengendarai 3 unit kendaraan yaitu
1. Xenia warna putih nopol : W 1857 BU dgn sopir sdr. Ravi almt kec. Candi sidoarjo.
2. Toyota Avanza warna hitam nopol : W 1687 SG dgn sopir Sdr. Yusuf alamt kel. Pulo wonokromo surabaya.
3. Daihatsu Ayla warna putih nopol : L 1815 BH dgn sopir Sdr. Sholeh alamt Sepanjang Sidoarjo.
Setelah dilakukan evakuasi selanjutnya ke 17 orang suporter bonek tsb dikawal menuju stadion JSG Jember utk melihat pertandingan sepak bola antara Persebaya vs Persigo Semeru FC.
Sampai dengan saat ini pkl. 15.30 wib situasi masih dalam keadaan aman dan kondusif dan petugas pam masih melakukan antisipasi kejadian susulan.
Dumm.
Usai laga Persebaya kontra Persigo Semeru FC, yang berakhir imbang. Selang beberapa jam, pada pukul 19.00 WIB salah satu bonek mengkonfirmasi ada kepungan massa yang memadati area di sekitar stadion Jember Sport Garden (JSG).
Ada pula beberapa massa yang terlihat memegang sebuah balok kayu dan besi panjang.
"Kami masih di dalam JSG, tidak bisa keluar," ujar salah satu Bonek yang tengah berada di Jember, saat dikonfirmasi Ngopibareng.id, pukul 19.00 WIB, Rabu, 4 Oktober 2017.
Berdasarkan keterangan, Massa berkerumun dan masih mengepung di depan stadion. Di duga berasal dari perguruan silat.
Hal ini, menurutnya, masih berkaitan dengan penyerangan belasan Bonek yang terjadi siang tadi oleh ratusan massa.
"Indikasi yang menyerang perguruan silat," tukas Yahya.
Official dan pemain Persebaya diamankan kedalam stadion kembali. Sementara itu, Yahya dan ribuan Bonek lainnya masih tertahan di area JSG. Aparat masih mencoba mensterilkan area, menghindari bentrok susulan.
"Tolong jaga satu sama lain karena diluar tribun sangat gelap," tulis akun Boneksidoarjo di Instagram.
Hingga berita ini diturunkan, massa belum ada yang berani keluar dari area parkir stadion JSG. (frd)
Advertisement