Banjir Luapan Sungai di Kecamatan Cermee Bondowoso Rendam 900 Rumah Warga di Lima Desa
Banjir merendam sebanyak 900 rumah warga di Kecamatan Cermee, Bondowoso, Minggu, 11 Januari 2026, malam hingga Senin, 12 Januari 2026, pagi. Sembilan ratus rumah warga terendam banjir itu tersebar di lima Desa, Kecamatan Cermee.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan, 900 rumah warga yang terdampak banjir berada di Desa Cermee, Grujugan, Suling Kulon, Ramban Wetan, dan Ramban Kulon.
"Banjir merendam ratusan rumah warga di lima Desa itu, akibat luapan air sungai melintas di Kecamatan Cermee tidak mampu menampung hujan intensitas tinggi terjadi Minggu 11 Januari 2026 siang hingga malam dari pukul 13.00 sampai 21.00 WIB," kata Kristianto, Senin, 12 Januari 2026.
Selain merendam rumah warga, menurut mantan Kabag Kesra Bondowoso itu, banjir luapan sungai di Kecamatan Cermee juga menerjang fasilitas umum (fasum) dan area persawahan. Diantaranya, Kantor Kecamatan Cermee, TK Pertiwi, pertokoan sekitar Pasar Cermee, dan sekolah Madrasah Ibtidaiyah di Cermee.
"Banjir luapan sungai ini menimbulkan genangan air setinggi 25-30 cm. Namun, hingga genangan air surut pada Senin pagi, tidak ada kerusakan rumah warga dan kerugian material signifikan. Fasilitas umum yang rusak seperti aspal jalan terkelupas akibat tergerus banjir," ungkapnya.
Kristianto menjelaskan, anggora Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Damkar, TNI, Polri, dan warga melakukan penanganan di lokasi kejadian sejak Minggu malam hingga Senin pagi. Mereka membersihkan lumpur serta menyedot air menggenangi rumah dan fasilitas umum.
"BPBD Bondowoso tetap mengingatkan masyarakat selalu waspada dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat. Karena, cuaca ekstrem hujan deras dan angin kencang masih melanda Bondowoso selama Januari ini," tandas Kristianto.
Advertisement