Banjir Landa 9 Kecamatan di Jember, 4.094 KK Terdampak dan 299 Jiwa Mengungsi
Bencana banjir yang melanda Kabupaten Jember pada Kamis hingga Jumat dini hari, 12-13 Februari 2026 hari kian meluas.
Data terbaru mencatat total 4.094 kepala keluarga (KK) terdampak, bertambah 150 KK dari sebelumnya 3.944 KK. Jumlah kecamatan terdampak kini menjadi sembilan wilayah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember, Edi Budi Susilo, menyampaikan, tambahan dampak terjadi di Kecamatan Wuluhan akibat luapan Sungai Bedadung.
“Ada penambahan laporan dari Dusun Tanjungsari, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan. Sebanyak 150 KK terdampak akibat luapan Sungai Bedadung di empat RT. Petugas dan relawan saat ini melakukan evakuasi warga yang paling terdampak,” ujarnya, Jumat, 13 Februari 2026.
Sembilan kecamatan terdampak, di antaranya Kecamatan Sukorambi 33 KK, Rambipuji 3.210 KK, Kalisat 3 KK, Kaliwates 199 KK
Bangsalsari: 316 KK, Ajung 2 KK, Balung 184 KK, Panti terdampak infrastruktur, dan Kecamatan Wuluhan 150 KK.
Sementara itu, jumlah pengungsi masih tercatat 299 jiwa, terpusat di Kecamatan Rambipuji.
Dari sembilan terdampak, Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah dengan dampak paling luas, mencapai 3.210 KK. Dapur umum telah didirikan dan distribusi logistik terus dilakukan.
“Prioritas penanganan masih di Rambipuji karena jumlah terdampaknya paling besar. Namun, kami juga sudah mengerahkan personel untuk membantu evakuasi di Wuluhan,” tegasnya.
Selain ribuan rumah terdampak, banjir juga merusak tiga jembatan dan berdampak pada satu pondok pesantren. Di beberapa titik, ketinggian air dilaporkan mencapai 30 centimeter hingga dua meter.
Hujan deras sejak pukul 12.00 WIB hingga 23.00 WIB menyebabkan sejumlah sungai, termasuk Sungai Bedadung, meluap ke pemukiman warga.
Edi menjelaskan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur gabungan telah melakukan pemantauan dan penanganan sejak Kamis petang hingga saat ini.
Unsur yang terlibat antara lain BPBD, Muspika, camat, kepala desa, PMI, Basarnas, Dinas Sosial, TNI/Polri, Tagana, relawan, serta masyarakat setempat.
“Sejak pukul 18.00 WIB hingga 04.20 WIB, tim terus melakukan evakuasi warga, pembersihan luapan banjir, serta distribusi logistik. Hingga saat ini penanganan masih berlangsung,” katanya.
BPBD juga merekomendasikan distribusi logistik lanjutan serta pendirian dapur umum tambahan di empat desa di Kecamatan Rambipuji. Laporan resmi juga telah diteruskan ke dinas terkait dan BNPB untuk langkah penanganan lebih lanjut.
Edi mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat sebelumnya telah ada rilis kewaspadaan cuaca ekstrem dari BMKG untuk periode 10–20 Februari 2026.
“Kami mengimbau warga untuk tetap siaga dan segera melapor jika terjadi peningkatan debit air. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Advertisement