Ancaman El Nino, BNPB Antisipasi Kekeringan di Jatim
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk mulai waspada ancaman bencana kekeringan akibat fenomena El Nino pada musim kemarau tahun ini.
Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, berdasar prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) ada potensi El Nino yang akan terjadi pada pertengahan tahun nanti.
Jatim menjadi salah satu yang patut diwaspadai mengingat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah seperti Gunung Arjuno, Gunung Lawu, dan Gunung Bromo beberapa tahun lalu.
Selain itu, Jatim juga merupakan lumbung padi nasional yang harus dijaga ketahanannya agar tidak gagal panen pada saat El Nino melanda Indonesia.
Menurutnya, langkah antisipasi sudah harus mulai disiapkan sebab beberapa provinsi telah mengalami kekeringan dan terdapat karhutla yang melanda 3 ribu hektare di Riau.
"Artinya karena luasnya wilayah, maka bukan sesuatu yang berlebihan apabila hari ini kami BNPB dengan Provinsi Jawa Timur mulai meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau atau musim kekeringan," kata Suharyanto usai Rakor Potensi Bencana Musim Kemarau di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, 27 Maret 2026.
Untuk itu, ia mengatakan, Pemprov Jatim perlu merapatkan barisan dengan instansi terkait untuk melakukan berbagai persiapan hingga nanti penanganan apabila terdapat dampak yang terjadi. Termasuk penguatan Satgas Darat apabila terjadi kejadian yang tidak bisa ditangani menggunakan alat berat.
Kemudian, untuk mengatasi kekurangan air akan ada bantuan pembuatan sumur untuk mengalirkan air dari puncak atau sumber-sumber air. Termasuk melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengisi embung-embung mengantisipasi kekeringan.
"Bahkan tadi sambil bercanda, tapi ini bukan bercanda saja tapi itulah realitanya adalah mengisi kolam-kolam renang karena di satu titik kebakaran sumber airnya juga bisa diambil dari kolam renang," tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga akan menyiagakan helikopter yang akan melakukan water boombing apabila diperkukan.
"Kami siapkan kalau musim El Nino seluruh Indonesia kita siapkan bisa 50 heli," jelas mantan Pangdam V Brawijaya itu.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya mulai bersiap menghadapi potensi musim kemarau yang akan terjadi di sebagian daerah pada April ini dan akan mengalami puncak kekeringan pada Agustus 2026.
Ia mengatakan, upaya ini serius dilakukan agar tidak mempengaruhi pertanian di Jatim. Khususnya komoditas beras mengingat Jatim sebagai lumbung padi nasional.
"Itu menjadi penting karena ketahanan pangan ini menjadi kebutuhan nasional," tutur Khofifah.
Untuk mengantisipasi kekeringan, pihaknya bersama instansi terkait akan menyiapkan sumur irigasi. "Untuk tanam padi karena ini ada kaitan dengan suplai air. Maka menyiapkan sumur-sumur dalam untuk bisa melakukan irigasi di sawah-sawah supaya indeks pertanaman kita itu tidak turun," pungkasnya.