7 Kecamatan di Probolinggo Rawan Banjir Rob
Tujuh kecamatan di pesisir utara Kabupaten Probolinggo rawan dilanda banjir rob. Banjir yang biasa terjadi di pertengahan bulan Hijriah itu biasa menggenangi kawasan pesisir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya banjir rob di sejumlah wilayah pesisir.
Langkah antisipasi ini dilakukan menyusul adanya fenomena pasang air laut maksimum yang berpotensi menggenangi kawasan permukiman dan area aktivitas warga.
"Potensi banjir rob masih terbuka, terutama tujuh kecamatan yang berada di sepanjang garis pantai," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, M. Zubaidullah, Minggu, 4 Januari 2026.
Tujuh wilayah yang saat ini masuk dalam kategori rawan terdiri dari tujuh daerah yakni, Kecamatan Sumberasih, Gending, Dringu, Tongas, Pajarakan, Kraksaan, serta Kecamatan Paiton.
Kondisi pasang air laut yang tinggi, kata Zubaidullah, dapat menyebabkan air meluap ke daratan, terutama jika bersamaan dengan cuaca ekstrem atau gelombang tinggi.
BPBD pun secara rutin melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan perkembangan situasi dan meminimalisir risiko yang dapat ditimbulkan.
“Potensi banjir rob bisa terjadi sewaktu-waktu dan dapat berdampak pada kawasan pesisir. Untuk itu perlu adanya kewaspadaan bersama,” terangnya.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD Kabupaten Probolinggo juga menggencarkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat pesisir.
Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan bersama pemerintah desa setempat untuk memastikan kondisi lapangan terpantau dengan baik serta memudahkan penanganan apabila terjadi keadaan darurat.
Tidak hanya memantau dan sosialisasi, BPBD juga menyiapkan bantuan logistik berupa kantong pasir. Bantuan ini disalurkan kepada desa-desa yang membutuhkan sebagai upaya mengurangi dampak genangan air laut jika banjir rob benar-benar terjadi. Kantong pasir tersebut digunakan untuk memperkuat tanggul darurat maupun melindungi akses jalan dan permukiman warga.
BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir, agar selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca dan pasang surut air laut.
Aktivitas yang berhubungan langsung dengan laut, seperti melaut, bongkar muat di pelabuhan, maupun kegiatan pesisir lainnya, diharapkan dapat mempertimbangkan kondisi cuaca dan gelombang.
“Kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting untuk menghindari dampak yang lebih besar. Petugas terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan berbagai pihak,” pungkas Zubaidullah.
Sejumlah warga mengaku, banjir rob ini sudah sering melanda wilayahnya. "Saya tidak kaget karena perkampungan kami sering dilanda banjir rob, hampir tiap bulan," ujar H. Fatoni, warga Desa Kalibuntu.
Hal senada diungkapkan Andi, warga Kecamatan Paiton. "Kalau banjir rob datang, perkampungan terendam dan tambak ikan dan udang rusak," terang Andi.
Advertisement