66 Ribu Santri Jadi Modal Lamongan Menuju Indonesia Emas
Puluhan ribu santri menjadi kekuatan besar Lamongan dalam menyiapkan generasi masa depan. Pemkab Lamongan pun memperkuat dukungan terhadap pendidikan pesantren melalui program prioritas Lamongan Nyantri.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan hal itu saat memimpin apel peringatan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kantor Pemkab Lamongan, Kamis 22 Oktober 2026.
Menurutnya, keberadaan lebih dari 66 ribu santri di berbagai pondok pesantren merupakan potensi besar untuk mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
"Santri harus mengambil peran, tidak membatasi diri, serta mampu menguasai ilmu agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi," tuturnya, membacakan amanat Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Melalui program Lamongan Nyantri, pemkab mendukung pendidikan pesantren, termasuk pemberian insentif kepada pengasuh pondok pesantren dan ustadz. Dukungan tersebut diperkuat Perda Nomor 6 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren.
Selain pendidikan, pesantren dinilai berperan penting dalam membangun karakter, kemandirian, dan kerukunan masyarakat.
Sementara Lamongan mencatat Indeks Kerukunan Umat Beragama 80,11 dan indeks harmoni 7,60, yang menempatkannya di peringkat ke dua daerah paling harmonis di Jawa Timur.
Mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, Hari Santri menjadi momentum memperkuat kontribusi santri, tidak hanya dalam menjaga nilai keagamaan, tetapi juga dalam pembangunan bangsa.
Advertisement