500 ASN Ikuti Lelang Jabatan Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi: Kalau Tidak Berinovasi akan Tergeser
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menerima total sebanyak 500 proposal yang disodorkan para Aparatur Sipil Negara (ASN), yang mendaftarkan diri dalam seleksi lelang jabatan pada tahun 2025.
Walikota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, sebanyak 100 dari 500 proposal tersebut diseleksi langsung oleh dirinya dan dihadapkan kepada pemaparan visi-misi serta inovasi yang dibuka untuk umum. Rinciannya, 100 proposal tersebut disodorkan oleh 70 kepala dinas maupun OPD petahana dan 30 lainnya oleh para pelamar baru.
"Total itu ada 500 tapi yang selevel Kabid, Lurah, saya berikan Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan). Yang saya pegang, yang selevel camat, Kabag, sampai kepala dinas. Ada sekitar 100, 30 yang penantang, dan 70 itu (kepala OPD) tetap," paparnya, Jumat 7 Maret 2025.
Eri Cahyadi juga menyebut, proses pemaparan visi-misi dan inovasi tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sepekan. Nantinya, bagi sosok penantang baru yang ingin naik jabatan, akan ditantang beradu argumentasi secara terbuka dengan sosok pejabat petahana yang berusaha mempertahankan posisinya.
"Nanti akan saya tampilkan, contohnya ada yang ingin jadi Sekda, maka nanti mereka paparan visi-misinya, beradu argumentasi, di waktu yang sama, di jam yang sama. Nanti teman-teman media juga bisa hadir dan kasih penilaian. Nah, nanti semuanya akan menilai. Baru setelah itu ada pengumuman, lalu pelantikan," ujarnya.
Eri Cahyadi juga menyatakan, proses lelang jabatan yang diinisiasi tersebut adalah wujud nyata dari transparansi yang terjadi di lingkungan pemerintah kota. Dengan sistem berbasis meritokrasi itu, dirinya berujar bahwa para pejabat sungguh-sungguh menunjukkan kompetensinya untuk melayani masyarakat.
"Hadirnya pemerintahan adalah untuk kesejahteraan rakyat. Kalau pejabat itu tidak berinovasi, tidak berani, terus dia terus dalam zona nyaman, kapan masyarakat iki bisa merasakan hadirnya pemerintah? Jadi dengan lelang jabatan itu, saya gak mau teori lagi. Tapi praktek, dan saya ingin mendapatkan orang-orang yang benar-benar bisa berjuang untuk rakyat," terangnya.
Oleh sebab itu, Eri Cahyadi juga mewanti-wanti kepada segenap pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya yang tidak memiliki inovasi dan komitmen untuk melayani publik, maka akan digeser oleh sosok yang memenuhi standar dan kriteria para penilai.
Jelas digeser kalau dia tidak mampu menjawab, mereka tidak bisa punya inovasi dari penilaian tadi. Nanti nilai-nilai dari teman-teman media, masyarakat, tim ahli perguruan tinggi, dari saya, akan digabung," tuturnya
"Kalau nilai standar terlewati, silahkan menjadi pejabat, kalau tidak mampu ya mohon maaf. Harus tergeser dengan yang lainnya," pungkasnya.
Advertisement