Yang Hilang dari Negeriku

Yang Hilang dari Negeriku

DITULIS USER

Yusuf Afriandi
ngopiNEWS 15 Apr 2017 WIB

Berjalan membungkuk bukan hanya sekedar tata cara penghormatan. Tapi juga sebuah simbol mau merendahkan diri kepada manusia lain yang dinilai lebih berat "isinya". Bisa ilmmuya, bisa usianya, atau bisa karena maqom (kedudukan) nya.

Namun sekarang itu nampaknya sudah mulai hilang dan mungkin hanya tinggal cerita yang bisa dikenang.

Sekarang, pendekatan guru sebagai teman terkadang malah keblabasan. Tak ada lagi sikap sungkan, tak ada lagi ewuh ewuh pekewuh kepada sang guru. Karena dianggap teman dan sekedar fasilitor pendidikan. 

Mengunjunginya saat sakit adalah aturan tak tertulis yang membuat para murid bergegas dan berinisiatif patungan lalu membuat rencana untuk mewujudkan.

Semoga kita kembali menjadi bangsa yang tahu tata krama pada yang tua, dan mengerti bahwa menjaga adab sopan santun bukanlah bagian dari keprimitifan.  

Pesan para pahlawan, bangsa yang besar itu adalah bangsa yang bisa mengenang jasa para pahlawannya

Penulis : Yusuf Afriandi

Bagikan artikel ini

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang ditulis oleh user. Tanggung jawab isi sepenuhnya pada user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini. Namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.